Categories Ekonomi

BPJPH Dorong Sinergi Sektor Tingkatkan Daya Saing UMKM Halal

SonicSpirits.com -BPJPH Tekankan Sinergi Lintas Sektor Perkuat UMKM Produk Halal

Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menilai sinergi lintas sektor krusial untuk memperkuat daya saing UMKM produk halal. Upaya penguatan tidak bisa dilakukan secara parsial. Kolaborasi antarinstansi pemerintah, pelaku usaha, dan lembaga pendukung dianggap menjadi fondasi utama.

Sekretaris Utama BPJPH, Muhammad Aqil Irham, menyampaikan hal ini dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat. Ia menekankan penguatan UMKM produk halal membutuhkan pendekatan terpadu. Semua aspek, mulai dari edukasi hingga fasilitasi sertifikasi, harus berjalan bersamaan.

BPJPH fokus pada beberapa langkah strategis. Pertama, sosialisasi regulasi dan standar halal agar pelaku UMKM memahami persyaratan. Kedua, literasi produk halal yang membantu UMKM meningkatkan kualitas dan daya saing. Ketiga, pendampingan sertifikasi halal untuk mempercepat akses pasar, baik domestik maupun ekspor.

“Penguatan UMKM produk halal tidak bisa dilakukan parsial. Sinergi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan,” jelas Aqil. Ia menambahkan kolaborasi ini juga mencakup lembaga keuangan, perguruan tinggi, dan asosiasi industri. Semua pihak diharapkan mendukung pengembangan UMKM secara berkelanjutan.

Data BPJPH menunjukkan jumlah UMKM yang telah mengikuti pendampingan sertifikasi halal terus meningkat. Tahun lalu, lebih dari ribuan UMKM berhasil memperoleh sertifikat halal. Sertifikasi ini dianggap meningkatkan kepercayaan konsumen dan membuka peluang ekspor ke pasar global.

Baca juga:“Gubernur Jabar Tidak Naikan Pajak Demi Jaga Daya Beli Masyarakat”

UMKM Manfaatkan Tren Produk Halal untuk Tingkatkan Daya Saing

Kesadaran masyarakat terhadap produk halal terus meningkat, membuka peluang besar bagi UMKM Indonesia. Hal ini mendorong pelaku usaha menyesuaikan strategi bisnis. Label halal kini menjadi indikator kualitas dan daya saing, bukan sekadar kepatuhan regulasi.

Sekretaris Utama BPJPH, Muhammad Aqil Irham, menekankan pentingnya UMKM merespons tren pasar secara serius. Ia menyebut generasi muda, termasuk Gen Z, semakin selektif memilih produk halal saat berbelanja di mal atau tempat umum. “UMKM kita harus mengikuti perkembangan pasar. Konsumen hari ini menanyakan dulu, produk ini sudah bersertifikat halal atau belum?” jelasnya.

Aqil menilai tren ini menjadikan sertifikasi halal sebagai variabel ekonomi penting. Label halal tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga meningkatkan nilai jual produk dan kepercayaan konsumen. Data BPJPH menunjukkan peningkatan permintaan produk bersertifikat halal di pasar domestik dan ekspor.

Untuk mempermudah UMKM mendapatkan sertifikasi, BPJPH menghadirkan program fasilitasi gratis, seperti SEHATI (Sertifikasi Halal Terpadu). Program ini membantu pelaku usaha mendaftarkan produk, melalui pendampingan dan edukasi yang terstruktur. “BPJPH hadir untuk memberikan kemudahan bagi pelaku UMKM melalui berbagai kebijakan, termasuk SEHATI,” kata Aqil.

Selain sertifikasi, edukasi dan literasi produk halal juga diperkuat. Pelatihan mencakup proses produksi sesuai syariah, manajemen mutu, hingga pemasaran digital. Pendekatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas UMKM agar lebih kompetitif di pasar modern dan global.

Baca juga:“PDB Kawasan Arab Diproyeksikan Tumbuh 3,7 Persen di 2026”

More From Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like