sonicspirits -Direktur Risk Management BSI Grandhis Helmi Harumansyah mengungkapkan, pembiayaan tersebut digunakan untuk mendukung operasional sekitar 211 dapur MBG . “Sampai dengan saat ini, kami telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp198 miliar dan mendukung operasional kurang lebih sekitar 211 dapur MBG,” ujarnya dalam konferensi pers kinerja kuartal I/2026 secara virtual, Selasa (12/5/2026) .
BSI juga menyediakan layanan virtual account (VA) serta cash management system untuk membantu kegiatan operasional harian SPPG . Melalui layanan tersebut, perseroan telah mampu menjangkau lebih dari 1.600 dapur mitra Badan Gizi Nasional (BGN) yang mayoritas berlokasi di Aceh, Sumatera Barat, dan Nusa Tenggara Barat (NTB) .
Selain pembiayaan untuk MBG, BSI juga menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp2,61 triliun kepada 17.732 nasabah UMKM, pembiayaan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar Rp145,7 miliar, serta pembiayaan kepada UMKM sebesar Rp360 miliar pada kuartal I/2026 . BSI juga tercatat mengelola sekitar 23,05 ton emas dari lini bisnis bullion yaitu tabungan emas, cicil emas, dan gadai
Baca juga:Bahlil Tegaskan Ketersediaan BBM dan LPG di Atas Standar Minimum
BSI Salurkan KUR Rp2,61 Triliun dan FLPP Rp145,7 Miliar di Kuartal I 2026
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program prioritas pemerintah, termasuk di sektor pembiayaan produktif dan perumahan rakyat. Hingga kuartal I 2026, BSI telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp2,61 triliun kepada 17.732 nasabah, dengan total outstanding KUR mencapai sekitar Rp25,7 triliun.
“Untuk program KUR, total outstanding-nya sampai dengan hari ini kurang lebih sekitar Rp25,7 triliun,” ujar Direktur Risk Management BSI Grandhis Helmi Harumansyah dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (12/5/2026).
🏡 Dukung Program 3 Juta Rumah
Sebagai bagian dari upaya mendukung program 3 Juta Rumah pemerintah, BSI juga menyalurkan pembiayaan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar Rp145,7 miliar sepanjang Januari-Maret 2026. Pembiayaan ini diberikan kepada 894 nasabah, dengan outstanding FLPP yang dikelola BSI mencapai Rp5,72 triliun.
Selain FLPP, BSI juga menyalurkan Kredit Program Perumahan (KPP) yang secara khusus diperuntukkan bagi nasabah UMKM. Hal ini sejalan dengan fokus BSI untuk meningkatkan akses pembiayaan bagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah di tanah air.
Penyaluran KPP ke UMKM Capai Rp360 Miliar, Kelola Emas 23,05 Ton
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) terus memperluas porsi pembiayaan kepada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Terbaru, BSI menyalurkan Kredit Program Perumahan (KPP) sebagai bagian dari demand side dengan total mencapai Rp360 miliar sepanjang kuartal I 2026. Pembiayaan ini menyasar 1.131 nasabah UMKM yang membutuhkan akses kepemilikan rumah atau renovasi tempat tinggal.
Selain KPP, BSI juga aktif mengelola lini program pemerintah lainnya, yaitu pengembangan ekosistem bullion atau bank emas. BSI merupakan bank emas pertama di Indonesia yang diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada 26 Februari 2025.
“Sampai dengan hari ini dari lini bisnis bullion, yaitu tabungan emas, cicil emas, dan juga gadai, kami mengelola emas kurang lebih sekitar 23,05 ton emas,” ungkap Direktur Risk Management BSI, Grandhis Helmi Harumansyah, dalam keterangan di Jakarta, Selasa (12/5/2026).
BSI optimistis bahwa program bank emas akan terus berkembang seiring dengan meningkatnya minat masyarakat untuk berinvestasi dalam logam mulia secara syariah, sekaligus memperkuat cadangan emas nasional.
Baca juga:IHSG Melemah Imbas Tekanan Rupiah dan Sentimen MSCI