Categories Ekonomi

Dubes: Indonesia Perkuat Pemasok Produk Kehutanan

sonicspirits -Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Dwisuryo Indroyono Soesilo, menyatakan Indonesia terus memperkuat posisinya sebagai pemasok produk kehutanan legal dan berkelanjutan. “Indonesia merupakan negara pertama di dunia yang menerapkan sistem legalitas kayu nasional wajib melalui SVLK+ (Sistem Verifikasi Legalitas dan Kelestarian),” kata Indroyono dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (16/5).

Permintaan pasar AS terhadap produk yang kompetitif, transparan, dan memiliki rantai pasok berkelanjutan terus meningkat. Kondisi ini membuka peluang besar bagi produsen Indonesia untuk memperluas pangsa pasar dan memperkuat kerja sama perdagangan yang saling menguntungkan.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan Indonesia dan AS telah menjalin hubungan perdagangan kehutanan lebih dari tiga dekade. Hubungan itu dibangun atas dasar kepercayaan, kualitas, serta komitmen terhadap pengelolaan hutan lestari.

Dalam webinar internasional bertajuk “Navigating U.S. Market Access for Indonesian Forest Products: Trade, Legality, and Sustainability” pada Kamis (14/5) di Kedubes RI, Washington DC, Raja Juli menyatakan Indonesia berharap kebijakan perdagangan global semakin memberi insentif kepada produk kayu legal dan berkelanjutan. “Kayu lapis Indonesia yang masuk ke Amerika Serikat bukan berasal dari hutan ilegal. Produk kami bersertifikat, dapat ditelusuri, dan diverifikasi legalitasnya melalui SVLK+,” ujarnya.

Baca juga:Indonesia Tingkatkan Kerja Sama Dagang dengan Rusia

Indonesia Perkuat Posisi Pemasok Kayu Legal ke AS Lewat SVLK+, 70% Ekspor Plywood Telah Bersertifikat

Paragraf Pembuka (Lead)
Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Dwisuryo Indroyono Soesilo, menyatakan Indonesia terus memperkuat posisinya sebagai pemasok produk kehutanan legal dan berkelanjutan. “Indonesia merupakan negara pertama di dunia yang menerapkan sistem legalitas kayu nasional wajib melalui SVLK+,” kata Indroyono dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (16/5). Permintaan pasar AS terhadap produk kompetitif, transparan, dan berkelanjutan terus meningkat. Kondisi ini membuka peluang besar bagi produsen Indonesia untuk memperluas pangsa pasar.

Uraian Utama (Detail Peristiwa)
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan Indonesia dan AS telah menjalin hubungan perdagangan kehutanan lebih dari tiga dekade. Hubungan itu dibangun atas dasar kepercayaan, kualitas, serta komitmen pengelolaan hutan lestari. Dalam webinar internasional di Kedubes RI, Washington DC, Kamis (14/5), Raja Juli menyatakan Indonesia berharap kebijakan perdagangan global memberi insentif pada produk kayu legal dan berkelanjutan. Ia menjelaskan lebih dari 70 persen ekspor plywood Indonesia ke AS telah memiliki sertifikasi FSC maupun SVLK+. Raja Juli juga mendorong diversifikasi produk kehutanan Indonesia, tidak hanya bergantung pada plywood dan kayu Dipterokarpa. Indonesia memiliki potensi besar dari berbagai spesies kayu untuk industri konstruksi, furnitur, hingga recreational vehicle (RV) di AS.

Kutipan atau Referensi
“Kayu lapis Indonesia yang masuk ke AS bukan berasal dari hutan ilegal. Produk kami bersertifikat, dapat ditelusuri, dan diverifikasi legalitasnya melalui SVLK+,” ujar Raja Juli. Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari Kementerian Kehutanan, Laksmi Wijayanti, mengatakan SVLK+ terus dikembangkan mengikuti dinamika regulasi global seperti U.S. Lacey Act, European Union Deforestation Regulation (EUDR), hingga aturan legalitas kayu di negara lain. Sistem tersebut menjadi instrumen penting meningkatkan kepercayaan pasar internasional. SVLK+ mengintegrasikan aspek legalitas, keberlanjutan, keterlacakan, dan verifikasi independen dalam satu sistem nasional.

Nilai Ekspor 2025 Capai USD1,94 Miliar

Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Dwisuryo Indroyono Soesilo, menyatakan Indonesia terus memperkuat posisi sebagai pemasok produk kehutanan legal dan berkelanjutan. “Indonesia merupakan negara pertama di dunia yang menerapkan sistem legalitas kayu nasional wajib melalui SVLK+,” kata Indroyono di Jakarta, Sabtu (16/5). Permintaan pasar AS terhadap produk kompetitif, transparan, dan berkelanjutan terus meningkat. Hal ini membuka peluang besar bagi produsen Indonesia memperluas pangsa pasar.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan hubungan dagang kehutanan RI-AS telah berlangsung lebih dari tiga dekade. Hubungan itu dibangun atas dasar kepercayaan, kualitas, dan komitmen pengelolaan hutan lestari. Dalam webinar di Kedubes RI, Washington DC, Kamis (14/5), Raja Juli menyatakan Indonesia berharap kebijakan perdagangan global memberi insentif pada produk kayu legal. Ia menjelaskan lebih dari 70 persen ekspor plywood Indonesia ke AS telah memiliki sertifikasi FSC maupun SVLK+. Indonesia juga mendorong diversifikasi produk kehutanan, tidak hanya plywood dan kayu Dipterokarpa. Potensi kayu dari berbagai spesies dapat mendukung industri konstruksi, furnitur, hingga recreational vehicle (RV) di AS.

Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari, Laksmi Wijayanti, mengatakan SVLK+ terus dikembangkan mengikuti regulasi global seperti U.S. Lacey Act dan EUDR. Sistem ini mengintegrasikan legalitas, keberlanjutan, keterlacakan, dan verifikasi independen. Indonesia memiliki kawasan hutan produksi besar dengan tata kelola diperkuat melalui pengawasan multisektor, digitalisasi, pemantauan satelit, serta sistem keterlacakan berbasis geolokasi dan QR code.

Ketua Umum APHI Soewarso menyampaikan AS masih menjadi mitra strategis terpenting bagi ekspor produk kehutanan Indonesia. Nilai ekspor produk kayu olahan Indonesia ke AS pada 2025 mencapai sekitar 1,94 miliar dolar AS atau sekitar 15 persen dari total ekspor global. “Perubahan lanskap perdagangan global menghadirkan tantangan sekaligus peluang. Dialog terbuka antara pemerintah, pelaku usaha, dan mitra dagang sangat penting untuk menjaga hubungan perdagangan yang adil dan berkelanjutan,” katanya.

Baca juga:DPR Dorong Pemerintah Susun Regulasi Perlindungan Industri Rokok

More From Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like