Categories Ekonomi

Khofifah Pastikan Harga dan Stok Pangan Stabil Usai Lebaran

SonicSpirits -Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memastikan harga dan stok kebutuhan pokok tetap stabil setelah Idul Fitri 1447 Hijriah. Ia menyampaikan hal tersebut saat meninjau Pasar Legi Ponorogo. Kunjungan dilakukan bersama Pelaksana Tugas Bupati Ponorogo, Lisdyarita.

Khofifah menegaskan bahwa stabilisasi distribusi menjadi prioritas pemerintah daerah. Ia ingin memastikan pasokan sembako tetap aman selama periode Syawal. Pemerintah juga memantau langsung kondisi pasar untuk mencegah lonjakan harga.

“Syawal ini kita ingin memastikan distribusi sembako aman dan lancar,” ujar Khofifah. Pernyataan tersebut disampaikan dalam keterangan resmi di Surabaya. Ia menilai distribusi di Pasar Legi berjalan tanpa hambatan.

Hasil pemantauan menunjukkan harga bahan pokok relatif stabil. Bahkan, beberapa komoditas mengalami penurunan harga. Daging ayam tercatat mengalami penurunan cukup signifikan dibanding periode sebelumnya.

Selain itu, harga daging sapi juga menunjukkan tren penurunan. Sementara itu, harga beras tetap stabil dan tidak mengalami lonjakan. Kondisi ini menunjukkan keseimbangan antara pasokan dan permintaan di pasar.

Data dari berbagai daerah menunjukkan tren serupa setelah Lebaran. Permintaan yang mulai normal turut membantu menjaga stabilitas harga. Hal ini berbeda dengan periode sebelum hari raya yang biasanya mengalami lonjakan.

Baca juga:“Rupiah Tembus Rp17.002 per Dolar AS pada Kamis Sore”

Harga Sembako di Pasar Legi, Komoditas Terpantau Stabil

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meninjau langsung kondisi harga pangan di Pasar Legi Ponorogo. Ia memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok pasca Lebaran. Peninjauan dilakukan dengan mengunjungi lapak pedagang dan berdialog dengan pembeli.

Khofifah menyasar sejumlah komoditas strategis selama kunjungan tersebut. Ia ingin memastikan distribusi berjalan lancar selama bulan Syawal. Interaksi langsung dengan pelaku pasar menjadi bagian dari upaya pengawasan pemerintah.

Hasil pemantauan menunjukkan harga bahan pokok berada dalam kondisi terkendali. Cabai rawit dijual antara Rp40.000 hingga Rp60.000 per kilogram. Sementara itu, cabai besar berada di kisaran Rp30.000 per kilogram.

Harga bawang merah tercatat antara Rp27.000 hingga Rp30.000 per kilogram. Bawang putih dijual sekitar Rp22.000 hingga Rp25.000 per kilogram. Komoditas tersebut tetap stabil dibandingkan periode sebelum Lebaran.

Untuk kebutuhan protein, harga telur ayam berkisar Rp27.000 hingga Rp30.000 per kilogram. Daging ayam ras dijual antara Rp36.000 hingga Rp38.000 per kilogram. Sementara itu, daging sapi berada di kisaran Rp130.000 per kilogram.

Harga ayam kampung mencapai sekitar Rp128.000 per ekor. Kondisi ini menunjukkan variasi harga sesuai jenis komoditas. Namun secara umum, harga masih dalam batas wajar.

Beras sebagai komoditas utama juga terpantau stabil. Beras SPHP dijual sekitar Rp57.000 per 5 kilogram. Beras medium berkisar Rp12.800 hingga Rp13.000 per kilogram, sedangkan beras premium Rp14.700 hingga Rp15.000.

Apresiasi Peran Bulog dan Pastikan Harga Pangan Tetap Terjangkau

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan komitmen menjaga stabilitas harga pangan pasca Lebaran. Ia menyoroti peran penting distribusi dan ketersediaan stok. Pemerintah memastikan masyarakat tetap memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau.

Khofifah mengapresiasi kontribusi Perum Bulog dalam menjaga stabilitas harga beras. Ia menyebut harga beras SPHP tetap terkendali di kisaran Rp57.000 per 5 kilogram. Kondisi ini dinilai mencerminkan efektivitas intervensi pemerintah.

“Saya bersyukur harga beras SPHP tetap stabil menjelang Idul Fitri,” ujarnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bulog Ponorogo atas kinerjanya. Selain beras, distribusi minyak goreng Minyakita juga dinilai berjalan lancar.

Khofifah menambahkan bahwa harga Minyakita berada di bawah harga eceran tertinggi. Hal ini menunjukkan distribusi yang efektif di tingkat pasar. Stabilitas tersebut membantu menjaga daya beli masyarakat.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat koordinasi lintas sektor. Kerja sama dilakukan dengan pemerintah kabupaten dan kota serta pemangku kepentingan. Langkah ini bertujuan menjaga keseimbangan pasokan dan harga.

Upaya yang dilakukan meliputi operasi pasar dan penguatan cadangan pangan. Selain itu, pemerintah memastikan kelancaran distribusi hingga ke tingkat daerah. Strategi ini menjadi bagian dari pengendalian inflasi pangan.

Khofifah menegaskan bahwa akses masyarakat terhadap bahan pokok menjadi prioritas utama. “Distribusi harus lancar dan stok harus cukup,” katanya. Pernyataan ini menegaskan fokus pada stabilitas pasokan.

Ia juga mengapresiasi pedagang yang menjaga harga tetap wajar. Pedagang dinilai berperan penting dalam menjaga stabilitas pasar. Khofifah mengingatkan agar tidak terjadi praktik penimbunan barang.

Baca juga:“BPJS Ketenagakerjaan Permudah Klaim dengan Antrean Online di Lapak Asik”

More From Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like