Categories Ekonomi

Laba Bersih SeaBank Naik 79% Jadi Rp678,4 Miliar 2025

SonicSpirits -PT Bank Seabank Indonesia mencatat pertumbuhan laba bersih signifikan sepanjang 2025. Perseroan membukukan laba sebesar Rp678,4 miliar, naik 79 persen secara tahunan. Pada 2024, laba tercatat Rp378,8 miliar.

Direktur Utama SeaBank Indonesia, Sasmaya Tuhuleley, menyatakan capaian ini mencerminkan strategi bisnis yang efektif. Ia menilai fokus pada layanan digital menjadi pendorong utama pertumbuhan kinerja.

Sasmaya menjelaskan bahwa inovasi produk berbasis digital meningkatkan efisiensi dan kenyamanan nasabah. Pendekatan ini juga memperluas jangkauan layanan ke berbagai segmen. Dengan strategi tersebut, SeaBank mampu menjaga pertumbuhan berkelanjutan.

“Performa positif ini menunjukkan strategi bisnis berjalan efektif,” ujar Sasmaya. Ia menambahkan perseroan akan mempertahankan momentum melalui inovasi berkelanjutan. Fokus utama tetap pada kebutuhan dan pengalaman nasabah.

Secara historis, kinerja laba SeaBank menunjukkan tren meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2023, laba tercatat Rp241,4 miliar. Sementara pada 2022, laba mencapai Rp269,2 miliar. Data ini menunjukkan pertumbuhan yang semakin kuat menuju 2025.

Pertumbuhan ini juga sejalan dengan tren industri perbankan digital di Indonesia. Masyarakat semakin beralih ke layanan keuangan berbasis aplikasi. Kemudahan akses dan efisiensi menjadi faktor utama peningkatan adopsi.

Baca juga:“BPJS Ketenagakerjaan Permudah Klaim dengan Antrean Online di Lapak Asik”

SeaBank Catat 28 Juta Nasabah dan Transaksi Harian Tembus Rp5 Triliun

PT Bank Seabank Indonesia mencatat pertumbuhan signifikan pada jumlah nasabah hingga akhir 2025. Per Desember 2025, total nasabah telah melampaui 28 juta pengguna.

Pertumbuhan ini diikuti peningkatan aktivitas transaksi harian. SeaBank mencatat lebih dari 12 juta transaksi setiap hari. Nilai perputaran dana mencapai lebih dari Rp5 triliun per hari selama Desember 2025.

Direktur Utama SeaBank Indonesia, Sasmaya Tuhuleley, menilai tren ini mencerminkan kepercayaan masyarakat. Ia menyebut layanan bank digital semakin diterima sebagai solusi keuangan harian.

Sasmaya menjelaskan pertumbuhan nasabah menjadi indikator penting keberhasilan strategi perusahaan. Peningkatan ini mendorong SeaBank untuk terus berinovasi. Fokus utama tetap pada pengembangan produk dan layanan yang relevan.

“Kami melihat pertumbuhan ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat,” ujar Sasmaya. Ia menambahkan perusahaan berkomitmen menjaga kualitas layanan. Inovasi akan terus dilakukan untuk meningkatkan pengalaman nasabah.

Pertumbuhan bank digital di Indonesia memang menunjukkan tren positif. Kemudahan akses layanan keuangan menjadi faktor utama peningkatan adopsi. Selain itu, integrasi dengan ekosistem digital turut mempercepat pertumbuhan pengguna.

Tumbuh 28,5 Persen dengan Permodalan dan Profitabilitas Kuat

PT Bank Seabank Indonesia mencatat pertumbuhan aset yang solid hingga akhir 2025. Total aset mencapai Rp44,4 triliun, meningkat 28,5 persen secara tahunan.

Kinerja ini menunjukkan ekspansi bisnis yang konsisten di tengah persaingan bank digital. Pertumbuhan aset didorong oleh peningkatan nasabah dan aktivitas transaksi. Hal ini memperkuat posisi SeaBank di industri perbankan digital Indonesia.

Dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal atau CAR tercatat sebesar 23,3 persen. Angka ini berada di atas ketentuan minimum regulator. Kondisi tersebut mencerminkan kapasitas permodalan yang kuat dan sehat.

Permodalan yang solid memberi ruang bagi ekspansi bisnis ke depan. Bank dapat mengembangkan produk dan memperluas layanan dengan lebih optimal. Stabilitas ini juga penting untuk menjaga kepercayaan nasabah.

Selain itu, indikator profitabilitas menunjukkan hasil positif. Return on Assets (ROA) tercatat sebesar 2,3 persen. Sementara Return on Equity (ROE) mencapai 11,5 persen.

Perseroan menilai capaian ini mencerminkan model bisnis yang efisien. Strategi berbasis digital mampu menghasilkan keuntungan yang berkelanjutan. Efisiensi operasional menjadi faktor utama dalam menjaga profitabilitas.

Secara industri, bank digital menghadapi tantangan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan profit. SeaBank berhasil menunjukkan kinerja yang stabil di kedua aspek tersebut. Hal ini menjadi indikator penting bagi keberlanjutan bisnis.

Ke depan, SeaBank akan terus memperkuat struktur keuangan dan inovasi layanan. Fokus pada efisiensi dan pertumbuhan berkelanjutan akan tetap menjadi prioritas. Dengan fondasi yang kuat, perseroan optimistis menghadapi dinamika industri perbankan.

Baca juga:“Harga Pangan Rabu Ini: Cabai Rawit Rp115.000/Kg, Daging Ayam Rp50.000/Kg”

More From Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like