Categories Ekonomi

Menko Pangan Salurkan 3 Ton Pupuk untuk Petani Sulteng

Menko Pangan Salurkan 3 Ton Pupuk untuk Petani di Sulawesi Tengah

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyalurkan bantuan pupuk sebanyak tiga ton kepada kelompok tani di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Sabtu. Bantuan tersebut terdiri atas 1,5 ton pupuk NPK dan 1,5 ton pupuk urea sebagai upaya pemerintah meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Penyerahan bantuan dilakukan dalam kegiatan Rembuk Tani yang mempertemukan pemerintah dengan para petani untuk membahas kebutuhan sektor pertanian. Program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan petani memperoleh dukungan sarana produksi secara tepat waktu.

Pemerintah Pastikan Pupuk Tersedia Sebelum Musim Tanam

Zulkifli Hasan, yang akrab disapa Zulhas, mengatakan Presiden Prabowo Subianto mengarahkan seluruh kementerian agar terus hadir mendukung masyarakat, terutama dalam menjalankan program strategis di sektor pangan. Menurutnya, ketersediaan pupuk menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian.

Ia menjelaskan pemerintah telah menjalankan berbagai kebijakan yang memberikan manfaat langsung bagi petani. Salah satunya ialah penurunan harga pupuk bersubsidi hingga sekitar 20 persen. Selain itu, pemerintah juga mempercepat pembangunan pabrik pupuk baru dan memastikan distribusi pupuk berlangsung sebelum musim tanam dimulai.

Zulhas menegaskan kepastian tersebut diperoleh setelah berdialog langsung dengan petani di lapangan. Menurutnya, petani mengakui bahwa stok pupuk tersedia dalam jumlah mencukupi dan dapat diperoleh dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan sebelumnya.

Ia juga memastikan pemerintah akan terus menjaga ketersediaan pupuk di seluruh daerah agar proses produksi pertanian tidak terganggu. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan hasil panen sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Harga Gabah Dijaga demi Meningkatkan Kesejahteraan Petani

Selain memastikan pasokan pupuk, pemerintah juga berupaya menjaga harga gabah agar tetap memberikan keuntungan bagi petani. Zulhas menegaskan harga gabah tidak boleh turun di bawah Rp6.500 per kilogram sehingga petani memperoleh pendapatan yang layak.

Menurutnya, kebijakan tersebut tetap dapat dijalankan meski kondisi global masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk konflik geopolitik dan gangguan rantai pasok di sejumlah negara. Indonesia, kata dia, mampu menjaga ketersediaan pupuk dan mendukung keberlangsungan produksi pertanian.

baca juga: “Karantina Lampung lepas ekspor 14 ribu ton PKE ke Selandia Baru

Ia menambahkan berbagai kebijakan pemerintah telah berdampak positif terhadap kesejahteraan petani. Salah satu indikatornya terlihat dari kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) yang meningkat dari sekitar 116 menjadi 127. Peningkatan NTP mencerminkan membaiknya kemampuan ekonomi petani karena harga hasil pertanian tumbuh lebih baik dibandingkan biaya produksi dan kebutuhan konsumsi.

Pemerintah Siapkan Program Pengembangan Perikanan Berbasis Desa

Setelah memperkuat swasembada beras, pemerintah mulai mengarahkan perhatian pada peningkatan produksi sumber protein. Zulhas mengatakan pemerintah akan mengembangkan sektor perikanan tangkap dan budi daya sebagai langkah berikutnya dalam memperkuat ketahanan pangan.

Salah satu program yang disiapkan ialah pembangunan kawasan budi daya ikan berbasis bioflok secara bertahap di sekitar 40.000 desa. Program tersebut akan disinergikan dengan pengembangan desa tematik yang disesuaikan dengan potensi masing-masing wilayah melalui Kementerian Desa.

Menurut Zulhas, pemerintah ingin setiap desa mampu menjadi pusat produksi pangan yang mandiri. Setelah kebutuhan beras terpenuhi, fokus pembangunan diarahkan pada peningkatan produksi protein agar Indonesia tidak hanya mencapai swasembada pangan, tetapi juga memiliki daya saing sebagai salah satu eksportir ikan terbesar di kawasan Asia.

Pemprov Sulawesi Tengah Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Pusat

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menyatakan pemerintah provinsi siap mendukung seluruh program pemerintah pusat dalam mewujudkan swasembada pangan. Menurutnya, kolaborasi antarlembaga menjadi kunci untuk meningkatkan produktivitas pertanian di daerah.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah akan terus memprioritaskan penyediaan sarana produksi pertanian, pembangunan infrastruktur pendukung, serta penguatan kelembagaan kelompok tani. Upaya tersebut diharapkan mampu mempercepat peningkatan hasil pertanian sekaligus memperkuat daya saing sektor pertanian daerah.

Anwar menilai sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para petani menjadi fondasi penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Dengan dukungan kebijakan yang berkelanjutan, produktivitas pertanian di Sulawesi Tengah diharapkan terus meningkat, kesejahteraan petani semakin membaik, dan daerah mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pemenuhan kebutuhan pangan nasional.

baca juga: “Prabowo Butuh Bertemu Orang Pintar: Setiap Bulan Panggil Rektor

More From Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like