SonicSpirits.com -Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan pemerintah tidak akan menghentikan ekspansi ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret, tetapi keberadaannya perlu diatur, terutama di desa. Langkah ini bertujuan menjaga perputaran ekonomi lokal dan memperkuat koperasi desa.
Menurut Ferry, desa sebaiknya tidak didominasi oleh ritel modern karena sudah ada Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih. Dengan adanya Kopdes, pendapatan masyarakat bisa tetap berputar di desa, bukan mengalir ke pemilik saham di kota besar.
Kebijakan pengaturan ritel modern di desa sejalan dengan program pemerintah untuk meningkatkan kapasitas UMKM dan koperasi. Pemerintah menyiapkan regulasi yang mengatur lokasi, jenis usaha, dan kontribusi sosial ekonomi ritel modern di wilayah pedesaan.
Data Kementerian Koperasi menunjukkan, jumlah Kopdes Merah Putih terus meningkat setiap tahun. Keberadaan koperasi ini mampu menyediakan kebutuhan pokok warga, sekaligus menyalurkan keuntungan kembali ke komunitas, berbeda dengan ritel modern yang seluruh laba mengalir ke pusat.
Para pakar ekonomi desa menilai strategi pengaturan ritel modern lebih efektif dibanding pelarangan total. Pendekatan ini tetap memberikan akses barang modern bagi masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui koperasi.
Baca juga:“PIHPS Catat Harga Pangan Jumat Pagi Cabai Rawit Rp95.500/Kg dan Telur Rp35.600/Kg”
Menkop Dorong Evaluasi Ritel Modern dan Penguatan Kopdes Merah Putih
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menekankan perlunya evaluasi terhadap keberadaan ritel modern di desa, termasuk Indomaret dan Alfamart, dengan perizinannya. Langkah ini bertujuan menyeimbangkan kebutuhan akses barang modern dan pemberdayaan ekonomi lokal melalui koperasi desa.
Ferry menyebutkan banyak kepala daerah mengusulkan moratorium peraturan terkait ritel modern. “Perlu dievaluasi keberadaan ritel modern yang ada dengan perizinannya. Banyak kepala daerah mengusulkan moratorium agar ritel diatur kembali,” ujarnya. Pernyataan ini menekankan perlunya regulasi yang jelas agar ritel modern tidak mendominasi ekonomi desa.
Meskipun ritel modern dibatasi, pemerintah menyiapkan strategi penguatan Kopdes Merah Putih. Targetnya adalah pertumbuhan koperasi hingga puluhan ribu unit di seluruh Indonesia. Strategi ini mencakup peningkatan kapasitas manajemen, pemasaran produk lokal, dan akses ke modal bagi anggota koperasi.
Kehadiran Kopdes juga diyakini mampu membuka lapangan kerja bagi generasi muda, termasuk milenial dan Gen Z. Selain itu, koperasi menjadi wadah pemasaran produk UMKM lokal, memastikan pendapatan tetap berputar di desa. Pendekatan ini mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan dan inklusif.
Kopdes Merah Putih Sinergi dengan Warung Tradisional dan Ritel Digital
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih akan terus menjalin kerja sama dengan warung tradisional, termasuk warung Madura, serta ritel digital. Langkah ini dimaksudkan untuk memperluas akses pasar dan memberdayakan ekonomi lokal.
Ferry menekankan bahwa masyarakat harus menjadi pelaku ekonomi utama, dengan koperasi sebagai badan usaha. “Pilihan saya sebagai Menteri Koperasi yang menjalankan fungsi sebagai aparatur ideologis Presiden adalah masyarakat harus menjadi pelaku ekonomi dengan koperasi sebagai badan usahanya. Ada tantangannya pasti, tapi kami optimistis,” ujarnya.
Kerja sama antara Kopdes dan warung tradisional maupun ritel digital memungkinkan produk lokal dan UMKM dipasarkan lebih luas. Strategi ini menjaga perputaran ekonomi tetap berada di desa, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selain distribusi, sinergi ini mencakup pelatihan manajemen, akses teknologi digital, serta integrasi sistem logistik. Koperasi berperan sebagai penghubung antara konsumen modern dan pedagang lokal, sehingga kedua pihak saling menguntungkan.
Data Kementerian Koperasi menunjukkan integrasi Kopdes dengan ritel digital mampu meningkatkan transaksi hingga 20–30 persen per tahun. Pendekatan ini juga membuka peluang kerja bagi generasi milenial dan Gen Z, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi desa.
Baca juga:“Airlangga Umumkan 1.819 Produk RI Bisa Bebas Bea Masuk ke AS”