sonicspirits -Gubernur Gusnar Ismail menyampaikan apresiasi atas penilaian positif dari Menteri Kelautan dan Perikanan terhadap pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih. Program tersebut dinilai berjalan baik dan berkualitas di Kota Gorontalo.
Pernyataan itu disampaikan Gusnar di Gorontalo pada Jumat setelah kunjungan kerja Menteri Kelautan dan Perikanan RI. Ia menilai hasil pembangunan menunjukkan kemajuan signifikan di sektor kelautan daerah.
Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono melakukan peninjauan langsung ke kawasan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Leato Selatan. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda pemantauan nasional.
Gusnar mengatakan penilaian menteri terhadap proyek tersebut sangat positif. Ia menyebut pembangunan fasilitas di kawasan tersebut memenuhi standar kualitas yang diharapkan.
“Saya bersyukur sebab penilaian Pak Menteri, pembangunan KNMP di daerah ini memuaskan dan berkualitas,” kata Gusnar.
Ia menambahkan Gorontalo menjadi daerah pertama di Indonesia Timur yang dikunjungi dalam rangka roadshow pemantauan KNMP. Hal ini menunjukkan perhatian pemerintah pusat terhadap pengembangan wilayah pesisir.
Dalam kunjungannya, Menteri Kelautan dan Perikanan meninjau berbagai fasilitas di kawasan tersebut. Peninjauan meliputi gedung, sarana pendukung, hingga dermaga yang menjadi bagian penting aktivitas nelayan.
Program Kampung Nelayan Merah Putih bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Program ini juga diarahkan untuk memperkuat infrastruktur pendukung sektor perikanan.
Pengembangan kawasan nelayan dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas dan akses ekonomi masyarakat. Fasilitas yang memadai diharapkan dapat mendukung aktivitas perikanan secara lebih efisien.
Baca juga:“Rupiah Menguat Seiring Meredanya Ketegangan di Timur Tengah”
Kualitas KNMP Leato Memadai, Namun Soroti Jarak Dermaga dan Pusat Layanan
Pemerintah menilai pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Leato Selatan, Gorontalo, menunjukkan kualitas yang baik. Evaluasi juga mencatat adanya tantangan teknis yang perlu segera ditangani untuk meningkatkan layanan nelayan.
Gubernur Gusnar Ismail menyampaikan bahwa Menteri Kelautan dan Perikanan memberikan penilaian positif terhadap kualitas pembangunan gedung KNMP. Menurutnya, hasil pembangunan dapat dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia.
“Pak Menteri puas dengan kualitas pembangunan gedung karena hasilnya sudah boleh dibandingkan dengan beberapa daerah lain. Pak Menteri lihat memang sudah sesuai spesifikasi,” kata Gusnar.
Pernyataan itu disampaikan usai kunjungan kerja Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono ke kawasan KNMP Leato. Kunjungan tersebut bertujuan mengevaluasi langsung fasilitas dan operasional kawasan nelayan.
Dalam peninjauan tersebut, Menteri juga memberikan catatan teknis terkait tata letak kawasan. Salah satu perhatian utama adalah jarak antara dermaga dan pusat layanan KNMP.
Lokasi pusat KNMP yang berada di kawasan pelabuhan penyeberangan memiliki jarak sekitar dua kilometer dari dermaga utama. Kondisi ini dinilai dapat mempengaruhi efisiensi pelayanan nelayan.
Pemerintah menilai jarak tersebut menjadi tantangan operasional yang perlu dicarikan solusi. Optimalisasi akses diharapkan dapat meningkatkan kecepatan layanan bagi aktivitas perikanan.
Meski demikian, Gubernur Gusnar menyebut manfaat KNMP sudah mulai dirasakan masyarakat pesisir. Fasilitas tersebut membantu kebutuhan dasar nelayan dalam aktivitas harian.
KNMP Leato menyediakan layanan seperti es untuk hasil tangkapan, fasilitas pendaratan ikan, serta dukungan aktivitas pelabuhan. Kehadiran infrastruktur ini membantu memperlancar rantai distribusi hasil laut.
Program Kampung Nelayan Merah Putih dirancang untuk memperkuat ekosistem perikanan di wilayah pesisir. Fokus utama program adalah meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan nelayan.
KNMP Leato Dukung Agro Maritim Gorontalo dan Mulai Operasikan Unit Usaha Perikanan
Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Leato Selatan dinilai mendukung pengembangan sektor agro maritim di Gorontalo. Infrastruktur tersebut mulai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat pesisir.
Gubernur Gusnar Ismail menyebut KNMP mempermudah akses kebutuhan dasar nelayan. Ia menilai fasilitas tersebut memperkuat aktivitas perikanan di wilayah pesisir.
“KNMP ini dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Misalnya masyarakat yang memerlukan es, tempatnya sudah semakin dekat, termasuk untuk pendaratan ikan, dermaga dan segala macam,” kata Gusnar.
Program ini juga mendukung pengembangan kebijakan agro maritim Pemerintah Provinsi Gorontalo. Sektor tersebut diarahkan untuk memperkuat integrasi antara pertanian dan kelautan.
KNMP Leato menyediakan berbagai fasilitas penunjang aktivitas nelayan. Fasilitas tersebut mencakup produksi es, dermaga pendaratan ikan, dan layanan logistik perikanan.
Keberadaan fasilitas ini membantu mempercepat distribusi hasil tangkapan nelayan. Selain itu, biaya operasional nelayan juga dapat ditekan secara lebih efisien.
Ketua Koperasi Kelurahan Merah Putih Koperasi Kelurahan Merah Putih Leato Selatan Abdul Rahman Lamusu menjelaskan bahwa pembangunan kawasan KNMP telah selesai. Proyek tersebut rampung pada 31 Desember 2025.
Ia menambahkan bahwa sejumlah unit usaha kini sudah mulai beroperasi. Aktivitas ekonomi di kawasan tersebut mulai berjalan secara bertahap.
Salah satu unit yang telah aktif adalah pabrik es portabel. Fasilitas ini telah beroperasi selama dua bulan terakhir untuk mendukung kebutuhan nelayan.
Operasional pabrik es tersebut membantu menjaga kualitas hasil tangkapan ikan. Nelayan kini lebih mudah memperoleh es tanpa harus menempuh jarak jauh.
Baca juga:“Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen, Kadin Sebut Program Pemerintah Mulai Terasa Dampaknya”