SonicSpirits.com -Kepala BPH Migas Wahyudi Anas mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan PT Pertamina Patra Niaga untuk menormalkan distribusi BBM di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah. “Secara umum, pasokan BBM di provinsi ini aman, dan 97 persen SPBU telah beroperasi kembali,” ujarnya saat meninjau wilayah terdampak bencana, Sabtu (17/1/2026).
Wahyudi menambahkan, meski beberapa ruas jalan terputus akibat bencana, distribusi BBM tetap menjangkau masyarakat hingga desa-desa terpencil, seperti Desa Uning Mas dan Pintu Rime Gayo. Tim logistik menggunakan jalur alternatif dan armada darat yang adaptif untuk memastikan BBM tersedia bagi kebutuhan sehari-hari.
Pihak BPH Migas juga menginstruksikan pengawasan stok BBM di setiap SPBU untuk mencegah kelangkaan dan menjaga stabilitas harga. “Kami memantau ketersediaan BBM setiap hari dan siap menambah pasokan jika diperlukan,” kata Wahyudi.
Baca juga:“Pemerintah Siapkan KUR 2026 hingga Rp300 Triliun”
BPH MIGAS OPTIMALKAN DISTRIBUSI BBM TERDAMPAK BENCANA DI ACEH
BPH Migas memastikan distribusi BBM subsidi dan kompensasi di Aceh terdampak bencana berjalan efektif, sesuai kebutuhan masyarakat.
Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, mengatakan akses jalan ke Bener Meriah dan Aceh Tengah masih dalam perbaikan. Akibatnya, kapasitas armada mobil tangki yang dapat melewati jalur terbatas hanya sekitar 8 kiloliter per perjalanan.
Untuk menjangkau desa-desa terisolasi, tim lapangan menggunakan sistem khusus. Jerigen atau drum BBM disiapkan Pertamina dan diangkut dengan kendaraan double cabin 4×4 agar sampai ke lokasi sulit dijangkau.
Langkah ini memastikan masyarakat tetap memperoleh BBM untuk kebutuhan harian dan mendukung kegiatan pemulihan pascabencana. “Upaya ini menjadi kunci menjamin pasokan energi bagi warga terdampak sekaligus mendukung mobilitas masyarakat,” jelas Wahyudi.
Selain distribusi fisik, BPH Migas juga memantau stok BBM di SPBU sekitar lokasi terdampak dan menyesuaikan suplai bila terjadi lonjakan kebutuhan. Sistem keringanan pembelian BBM subsidi dan kompensasi turut diterapkan agar bantuan tepat sasaran.
PERTAMINA PASTIKAN PASOKAN BBM ACEH TERJAGA MESKI AKSES TERBATAS
Saat ini, stok Biosolar di Aceh mencukupi untuk lima hari, sedangkan Pertalite tersedia untuk 5,6 hari. Pasokan dipastikan bertambah seiring kedatangan kapal BBM dalam waktu dekat.
Di hub suplai BBM untuk Bener Meriah dan Aceh Tengah, Pertamina mengoperasikan delapan mobil tangki 16 kiloliter sebagai feeder, serta 10 mobil tangki 8 kiloliter untuk menyalurkan BBM ke empat SPBU di masing-masing kabupaten.
Sunardi menjelaskan, “Saat ini, suplai kami telah memenuhi sekitar 85 persen kebutuhan normal Bener Meriah, dan 75 persen kebutuhan Aceh Tengah. Jika jalur memungkinkan mobil 16 kl masuk, hub sementara akan ditutup, dan penyaluran normal kembali dari Depot Lhokseumawe ke kedua wilayah tersebut.”
Baca juga:“Arsenal Waspadai Nottingham Forest Lebih Berbahaya di Tangan Sean Dyche”