Categories Ekonomi

Pesawat Garuda Indonesia Alami Turbulensi ke Sydney

sonicspirits – Pesawat Garuda Indonesia rute Jakarta–Sydney mengalami turbulensi parah pada 24 Desember 2025.
Insiden ini menyebabkan dua awak kabin mengalami luka ringan setelah pesawat mendarat di Sydney.

Manajemen Garuda Indonesia mengonfirmasi kejadian tersebut dan memastikan kondisi awak kabin terkendali.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairuppan, membantah informasi patah tulang yang beredar di media sosial.
Ia menegaskan tidak ada awak kabin yang mengalami cedera serius akibat turbulensi.

Menurut Glenny, kedua awak kabin langsung mendapatkan perawatan medis di rumah sakit Sydney.
Satu awak kabin telah diperbolehkan pulang, sementara satu lainnya masih menjalani pemantauan lanjutan.
Seluruh penanganan dilakukan sesuai prosedur medis dan standar keselamatan penerbangan internasional.

Garuda Indonesia juga berkoordinasi dengan otoritas penerbangan terkait untuk evaluasi lanjutan.
Koordinasi ini bertujuan memperoleh rekomendasi keselamatan sebagai langkah pencegahan ke depan.
Maskapai menegaskan komitmen terhadap aspek keselamatan dan keamanan penerbangan.

Glenny menyatakan pilot telah menjalankan seluruh prosedur keselamatan sesuai regulasi yang berlaku.
Pesawat berhasil mendarat dengan aman di Bandara Sydney tanpa insiden lanjutan.
Seluruh penumpang turun dari pesawat secara normal dan tertib.

Sebagai tindak lanjut, Garuda Indonesia membuka helpdesk khusus bagi penumpang terdampak.
Helpdesk ini berfungsi menampung laporan serta memastikan hak penumpang terpenuhi.
Maskapai menilai evaluasi cuaca ekstrem penting mengingat peningkatan turbulensi global.

Baca Juga : “Dishub Catat Dua Juta Kendaraan Keluar-Masuk DIY

Garuda Indonesia Masih Grounded 34 Pesawat, Evaluasi Armada dan Rencana Boeing Berlanjut

Garuda Indonesia mengungkapkan masih terdapat puluhan pesawat yang belum dapat dioperasikan.
Kondisi ini terjadi di tengah upaya pemulihan kinerja dan transformasi perusahaan.

Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia, Thomas Sugiarto Oentoro, menyebut sekitar 34 pesawat masih berstatus grounded.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam agenda Public Expose pada 27 November 2025.

Dari sisi anak usaha, Citilink saat ini mengoperasikan 31 pesawat dari total 56 armada.
Armada tersebut terdiri atas 49 Airbus A320neo dan tujuh pesawat ATR.
Memasuki periode libur akhir tahun, jumlah pesawat Citilink diproyeksikan meningkat menjadi 38 unit.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan penumpang.

Sementara itu, Garuda Indonesia mengoperasikan 58 pesawat dari total 72 armada.
Jika digabung dengan Citilink, jumlah pesawat yang masih grounded mencapai 34 unit.
Manajemen menilai angka tersebut masih sejalan dengan strategi pemulihan bertahap.

Direktur Teknis Garuda Indonesia, Mukhtaris, menyampaikan pembahasan pembelian pesawat Boeing masih berlangsung.
Diskusi dengan pabrikan belum selesai dan berada pada tahap lanjutan.
Ia menegaskan keputusan akan mempertimbangkan program transformasi dan rencana jaringan penerbangan.

Menurut Mukhtaris, pengiriman pesawat Boeing bersifat jangka panjang.
Karena itu, seluruh proses dilakukan secara hati-hati dan terukur.
Garuda Indonesia menekankan fokus pada keberlanjutan operasional dan strategi bisnis jangka panjang.

Baca Juga : “SEA Games: “CdM Bersyukur Jalankan Tugas dengan Baik

More From Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like