Categories Ekonomi

Stok Beras 5,1 Juta Ton Aman Hadapi El Nino

Stok Beras 5,1 Juta Ton Jadi Penyangga Hadapi El Nino

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut cadangan beras pemerintah (CBP) nasional mencapai 5,1 juta ton. Menurutnya, stok tersebut menjadi modal penting untuk menjaga kebutuhan pangan masyarakat di tengah ancaman El Nino.

Amran mengatakan jumlah cadangan beras saat ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Pemerintah menilai ketersediaan tersebut memberikan ruang yang cukup untuk menghadapi gangguan produksi akibat perubahan kondisi iklim.

“Stok kita sekarang, (meski) ada El Nino, (jadi yang) tertinggi. Tapi alhamdulillah cadangan kita tertinggi selama Republik ini berdiri, yaitu 5,1 juta ton,” kata Amran sebagaimana dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Pemerintah Jaga Ketersediaan Beras di Tengah Ancaman El Nino

Cadangan beras pemerintah yang dikelola Perum Bulog menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan nasional. Stok tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saat terjadi gangguan pasokan.

Pemerintah juga menyiapkan CBP untuk menghadapi kondisi darurat, termasuk bencana yang berpotensi menghambat distribusi pangan. Ketersediaan stok yang besar memungkinkan pemerintah melakukan intervensi ketika kondisi pasar mengalami tekanan.

Amran menegaskan pemerintah akan terus menjaga keseimbangan pada setiap mata rantai pangan. Upaya tersebut mencakup perlindungan terhadap kepentingan produsen, konsumen, dan pelaku usaha.

Menurutnya, kebijakan pangan menghadapi tantangan karena perubahan harga dapat memunculkan tekanan dari berbagai kelompok. Harga yang terlalu tinggi membebani konsumen, sedangkan harga yang terlalu rendah dapat merugikan petani.

“Ketika harga naik (beras naik), konsumen marah. Harga turun, petani marah. Harga sedang-sedang, pengusaha marah. Jadi begitu berat bebannya pemerintah,” ujar Amran.

baca juga: PLTS Pulau Sembur Jadi Contoh Program 100 GWp, Hemat 320 Ribu Liter BBM Setahun

Stok CBP Disalurkan untuk Stabilkan Harga Beras

Pemerintah tidak hanya mempertahankan stok beras dalam jumlah besar, tetapi juga menyalurkannya melalui sejumlah program. Penyaluran tersebut bertujuan menjaga keterjangkauan harga sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat.

Berdasarkan catatan Bapanas, realisasi distribusi CBP secara nasional mencapai 1,69 juta ton hingga 24 Agustus. Penyaluran tersebut mencakup program stabilisasi pasokan dan harga pangan serta bantuan kepada masyarakat.

Realisasi penjualan beras program SPHP pada Januari-Februari tercatat sebanyak 221,05 ribu ton. Sementara itu, penjualan SPHP periode Maret-Agustus mencapai 688,98 ribu ton.

Pemerintah juga telah menyalurkan 662,86 ribu ton beras untuk bantuan pangan tahap pertama. Bantuan pangan tahap kedua mulai berjalan dengan realisasi penyaluran mencapai 59,83 ribu ton.

Selain program tersebut, pemerintah menyalurkan 11,39 ribu ton beras untuk kebutuhan penanganan bencana dan keadaan darurat. Sebanyak 53,68 ribu ton lainnya disalurkan untuk golongan anggaran.

Pemerintah Antisipasi Tekanan Harga Beras Dunia

Selain ancaman El Nino, pemerintah menghadapi tantangan dari perkembangan harga beras di pasar global. Amran menyebut harga beras dunia saat ini mengalami kenaikan.

Ia mencontohkan harga beras di Jepang yang disebut mencapai sekitar Rp100 ribu per kilogram. Namun, pemerintah menilai Indonesia memiliki kondisi berbeda karena cadangan beras nasional berada pada level yang kuat.

Amran menegaskan pemerintah tidak ingin kenaikan harga global berujung pada kelangkaan pangan di dalam negeri. Pemerintah akan memanfaatkan cadangan yang tersedia untuk menjaga pasokan dan mengendalikan dampak gejolak harga.

“Kesiapan pangan kita selesai. (Meskipun) harga beras dunia naik, salah satu di Jepang (sampai) Rp100 ribu per kilo,” kata Amran.

Dengan CBP mencapai 5,1 juta ton, pemerintah memiliki instrumen untuk merespons gangguan pasokan akibat iklim maupun bencana. Namun, efektivitas kebijakan tetap bergantung pada kelancaran distribusi dan pengelolaan stok.

Ke depan, pemerintah perlu menjaga keseimbangan antara ketersediaan cadangan, stabilitas harga konsumen, dan harga yang menguntungkan petani. Langkah tersebut menjadi penting agar ketahanan pangan tetap terjaga ketika risiko El Nino dan tekanan pasar global meningkat.

baca juga: Prabowo dukung pembukaan 8.000 hektare lahan pertanian di Nagekeo NTT

More From Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like