sonicspirits – Pemerintah Kota Cirebon, Jawa Barat, terus memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Untuk memastikan pemenuhan gizi masyarakat berjalan optimal dan berkelanjutan. Wakil Wali Kota Cirebon Siti Farida Rosmawati mengatakan langkah penguatan dilakukan melalui peningkatan infrastruktur layanan, perbaikan tata kelola program. Serta koordinasi lintas sektor agar implementasi MBG di tingkat daerah lebih efektif. Menurutnya, MBG menjadi program prioritas nasional karena berperan besar dalam mendukung tumbuh kembang anak sekolah dan melindungi kebutuhan gizi ibu hamil, ibu menyusui, serta balita.
Dalam penjelasannya, Siti Farida menyebut Kota Cirebon sedang merencanakan pembangunan 40 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sebagai fasilitas utama yang menopang keberhasilan program tersebut. Dari total rencana, sebanyak 30 SPPG telah selesai dibangun, sementara 10 lainnya masih dalam tahap pengerjaan. SPPG ini nantinya akan berfungsi sebagai pusat distribusi makanan bergizi sekaligus tempat edukasi gizi bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa kapasitas infrastruktur yang memadai menjadi elemen penting agar distribusi MBG dapat berjalan tepat waktu, higienis, dan sesuai standar gizi yang ditetapkan pemerintah pusat.
Dalam uraian lebih lanjut, Siti Farida menekankan bahwa pelaksanaan MBG di daerah membutuhkan sinergi antara dinas kesehatan, dinas pendidikan. Serta perangkat daerah lainnya untuk memastikan alur distribusi dan pelaporan berjalan transparan. Ia juga menyebutkan bahwa pemerintah daerah terus meningkatkan kualitas tata kelola, termasuk dalam pengawasan rantai distribusi. Penanganan bahan pangan, dan ketersediaan tenaga pendamping gizi. Penguatan tata kelola menjadi kunci agar program tidak hanya mencapai target penerima manfaat. Tetapi juga memberikan dampak kesehatan yang nyata bagi masyarakat.
Penutupannya menyoroti pentingnya keberlanjutan program. Pemerintah Kota Cirebon berkomitmen menjaga kualitas layanan SPPG. Mempercepat pembangunan fasilitas yang masih berjalan, serta meningkatkan kolaborasi dengan pemerintah pusat agar implementasi MBG sesuai standar nasional. Ia berharap penguatan program ini dapat mendorong peningkatan status gizi masyarakat. Terutama anak dan kelompok rentan, sekaligus berkontribusi pada terwujudnya generasi yang lebih sehat dan produktif di masa mendatang.
“Baca juga : PM Mengundurkan Diri Usai Anak Diketahui Hidup Mewah”
PEMERINTAH CIREBON PERCEPAT SERTIFIKASI SPPG DAN PERLUAS LAYANAN MBG UNTUK 67.490 PENERIMA MANFAAT
Pemerintah Kota Cirebon terus memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dengan menekankan aspek standar kesehatan dan keamanan pangan di seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Wakil Wali Kota Cirebon Siti Farida Rosmawati menyampaikan bahwa pembangunan fisik bukan satu-satunya fokus pemerintah daerah. Tetapi juga pemenuhan standar layanan yang aman, higienis, dan sesuai regulasi. Upaya ini dilakukan untuk menjamin makanan bergizi yang diberikan kepada masyarakat, terutama kelompok rentan, benar-benar memenuhi kualitas yang ditetapkan pemerintah pusat.
Dalam penjelasannya, Farida menyebutkan bahwa sebanyak 17 SPPG di Kota Cirebon telah memperoleh Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), sementara 13 unit lainnya masih dalam proses sertifikasi. Sertifikasi ini menjadi bukti bahwa fasilitas pengolahan dan distribusi makanan telah memenuhi standar kebersihan, sanitasi, dan keamanan pangan. Menurut Farida, percepatan sertifikasi merupakan langkah strategis untuk memastikan layanan MBG tidak hanya menjangkau banyak penerima, tetapi juga aman dikonsumsi setiap hari. Pemerintah daerah juga terus memberikan pendampingan kepada unit-unit yang belum tersertifikasi untuk memenuhi persyaratan teknis dan administrasi.
Lebih lanjut, Farida menjelaskan jangkauan layanan MBG kini telah diperluas hingga mencakup 65.121 anak sekolah dari jenjang TK/PAUD hingga SMA/MA/sederajat. Selain itu, program tersebut juga melayani 2.369 ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sebagai kelompok prioritas yang membutuhkan asupan gizi lebih intensif. Ia menegaskan bahwa kelompok-kelompok ini mendapat perhatian khusus karena status gizi mereka sangat memengaruhi perkembangan generasi mendatang. Dengan cakupan tersebut, total penerima manfaat MBG yang telah terlayani di Kota Cirebon mencapai 67.490 orang.
Penutupannya menekankan bahwa pemerintah daerah mendukung penuh pelaksanaan MBG karena pemenuhan gizi dan kesehatan masyarakat merupakan prioritas utama. Farida menambahkan bahwa pemerintah akan terus meningkatkan kualitas layanan SPPG, mempercepat sertifikasi yang belum selesai, dan memperkuat koordinasi antarinstansi agar program berjalan optimal. Ia berharap penguatan MBG dapat memberi dampak signifikan dalam menurunkan risiko malnutrisi, meningkatkan konsentrasi belajar anak, dan menciptakan masyarakat yang lebih sehat serta produktif di masa depan.
“Baca juga : Emil Audero Siap Lakoni Debut Bersama Timnas Indonesia”