sonicspirits – Kulit yang terasa perih, kemerahan, kering, atau tiba-tiba berjerawat bisa menandakan skin barrier rusak.
Skin barrier adalah lapisan pelindung terluar yang menjaga kelembapan dan melindungi kulit.
Saat lapisan ini melemah, kulit menjadi lebih sensitif dan mudah teriritasi.
Salah satu penyebab utama kerusakan skin barrier adalah kebiasaan skincare yang keliru.
Banyak orang menginginkan hasil instan dengan memakai banyak bahan aktif sekaligus.
Kondisi ini justru membuat kulit kewalahan dan kehilangan keseimbangannya.
Eksfoliasi berlebihan menjadi pemicu yang paling sering terjadi.
Eksfoliasi memang membantu mengangkat sel kulit mati dan mempercepat regenerasi.
Namun, jika dilakukan terlalu sering, lapisan pelindung kulit bisa terkikis.
Akibatnya, kelembapan alami kulit menurun dan iritasi mudah muncul.
Penggunaan retinoid yang tidak tepat juga sering menimbulkan masalah.
Retinoid memiliki manfaat besar, tetapi membutuhkan proses adaptasi bertahap.
Pemakaian berlebihan dapat menyebabkan kulit mengelupas, perih, dan kemerahan.
Menurut dokter kulit dari Medical Innovation Sozo Skin, dr. Dinda Fath, MBBS, kesalahan ini umum terjadi.
“Banyak orang ingin hasil cepat sehingga menggunakan terlalu banyak bahan aktif,” jelasnya.
“Padahal, kebiasaan tersebut justru melemahkan skin barrier,” ujarnya kepada Health Liputan6.com.
Faktor eksternal turut memperparah kondisi skin barrier.
Polusi, paparan sinar UV, stres, dan kurang tidur meningkatkan sensitivitas kulit.
Penelitian menunjukkan skin barrier rusak meningkatkan kehilangan air alami kulit.
Menjaga skin barrier membutuhkan perawatan yang lembut dan konsisten.
Pembersih ringan, pelembap, dan tabir surya menjadi dasar perawatan kulit sehat.
Ke depannya, fokus pada perbaikan skin barrier diprediksi semakin menjadi tren utama skincare.
“Baca juga : Emil Audero Siap Lakoni Debut Bersama Timnas Indonesia”
Cara Memulihkan Skin Barrier Rusak dengan Regimen Skincare Minimal dan Tepat
Kesalahan umum dalam skincare adalah menggabungkan terlalu banyak bahan aktif dalam satu rutinitas.
AHA, BHA, retinoid, dan benzoyl peroxide sering dipakai bersamaan tanpa jeda adaptasi.
Kombinasi ini meningkatkan risiko iritasi dan mempercepat kerusakan skin barrier.
Alih-alih membaik, kulit justru menjadi perih, kemerahan, dan mudah berjerawat.
Kondisi ini menandakan lapisan pelindung kulit sedang melemah.
Saat gejala tersebut muncul, langkah pertama adalah menghentikan produk iritan sementara.
Penggunaan retinoid, AHA, BHA, dan benzoyl peroxide perlu dihentikan sementara waktu.
Tujuannya memberi kesempatan kulit untuk memperbaiki fungsi alaminya.
Pendekatan ini dikenal sebagai skin barrier recovery phase.
Selanjutnya, terapkan skin regimen minimal yang lebih aman.
Fokus pada tiga produk dasar, yaitu gentle cleanser, moisturizer, dan sunscreen.
Rutinitas sederhana membantu mengurangi stres pada kulit.
Menurut dokter kulit Medical Innovation Sozo Skin, dr. Dinda Fath, MBBS, pemilihan produk sangat penting.
“Gunakan produk yang bersifat menenangkan dan mendukung perbaikan skin barrier,” jelasnya.
Ia merekomendasikan kandungan seperti panthenol dan centella asiatica.
Bahan tersebut terbukti membantu mengurangi kemerahan dan mempercepat pemulihan kulit.
Studi dermatologi menunjukkan panthenol meningkatkan hidrasi dan fungsi pelindung kulit.
Centella asiatica juga dikenal memiliki efek antiinflamasi alami.
Dengan perawatan yang tepat, skin barrier dapat pulih secara bertahap.
Ke depannya, tren skincare diperkirakan semakin fokus pada kesehatan skin barrier.
“Baca juga : PM Mengundurkan Diri Usai Anak Diketahui Hidup Mewah”