Categories Lifestyle

Wamenpar: Seni Budaya Jadi Daya Tarik Utama Wisata

Seni dan Budaya Jadi Kekuatan Utama Destinasi Wisata, Wamenpar Soroti Peran Pekan Kesenian Bali 2026

Seni dan budaya memiliki peran penting dalam meningkatkan daya saing sebuah destinasi wisata. Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menilai pertunjukan seni, tradisi, dan ekspresi budaya masyarakat dapat menjadi daya tarik utama yang mendorong peningkatan kunjungan wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri.

Pernyataan tersebut disampaikan Ni Luh Puspa saat menghadiri pembukaan Pekan Kesenian Bali (PKB) 2026 di Denpasar, Bali. Acara budaya terbesar di Pulau Dewata tersebut berlangsung mulai 13 Juni hingga 11 Juli 2026 dan menjadi salah satu agenda unggulan dalam program Karisma Event Nusantara (KEN) yang didukung Kementerian Pariwisata.

Baca Juga “Jakarta Bakal Terasa Jauh Lebih Gerah hingga Akhir September 2026, Hati-hati Heat Stroke

Menurut Ni Luh, kehadiran atraksi budaya memiliki nilai lebih karena mampu memberikan pengalaman wisata yang autentik bagi para pengunjung. Pelaksanaan PKB 2026 yang bertepatan dengan masa libur sekolah dan musim liburan musim panas juga menjadi momentum strategis untuk menarik lebih banyak wisatawan.

Pekan Kesenian Bali 2026 Tampilkan Kekayaan Tradisi dan Kreativitas Masyarakat

Pekan Kesenian Bali 2026 mengangkat tema “Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha” yang merepresentasikan upaya menjaga kesucian jiwa dan keharmonisan kehidupan. Tema tersebut memperlihatkan bagaimana masyarakat Bali terus menjaga keseimbangan antara nilai spiritual, sosial, dan kelestarian lingkungan melalui berbagai bentuk kesenian.

PKB telah menjadi agenda budaya tahunan yang memiliki sejarah panjang sejak pertama kali digelar pada 1979. Memasuki penyelenggaraan ke-48, kegiatan ini terus menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu festival seni dan budaya terbesar di Indonesia.

Keberadaan PKB dalam daftar Karisma Event Nusantara juga menunjukkan pengakuan terhadap kualitas penyelenggaraan acara tersebut. Program KEN sendiri berisi berbagai event unggulan dari berbagai daerah yang dinilai mampu mengangkat potensi budaya, memperkuat pariwisata, serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.

Ni Luh Puspa menegaskan bahwa keberhasilan PKB menjadi bukti kuatnya komitmen masyarakat dan pemerintah daerah Bali dalam menjaga warisan budaya sebagai bagian penting dari pembangunan daerah. Ia juga berharap penyelenggaraan PKB 2026 dapat menarik lebih dari 1,6 juta pengunjung selama rangkaian kegiatan berlangsung.

Regenerasi Seniman Muda Menjadi Kunci Keberlanjutan Budaya Bali

Gubernur Bali I Wayan Koster menyampaikan apresiasi terhadap keterlibatan generasi muda, termasuk anak-anak usia dini, dalam berbagai pertunjukan yang ditampilkan selama PKB 2026. Menurutnya, partisipasi generasi penerus menunjukkan proses regenerasi pelaku seni dan budaya Bali berjalan secara nyata.

Keterlibatan anak muda menjadi faktor penting agar seni tradisional tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Seni dan budaya Bali dinilai mampu beradaptasi dengan perubahan lokal, nasional, hingga global tanpa kehilangan nilai dan identitas aslinya.

Koster juga menegaskan bahwa kebudayaan merupakan fondasi utama pembangunan Bali. Selain menjadi identitas masyarakat, budaya menjadi sumber pengembangan sektor pariwisata, melahirkan karya kreatif, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pawai Budaya dan Penghargaan KEN Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Budaya Dunia

Dalam rangkaian pembukaan PKB 2026, Ni Luh Puspa turut menyaksikan Peed Aya atau pawai budaya yang menampilkan berbagai potensi dari kabupaten dan kota di seluruh Bali. Pawai tersebut menghadirkan kekayaan seni, tradisi, alam, ekonomi kreatif, dan potensi wisata dari Buleleng, Badung, Jembrana, Tabanan, Bangli, Gianyar, Klungkung, Karangasem, hingga Denpasar.

Pada kesempatan tersebut, Ni Luh juga menyerahkan sertifikat Karisma Event Nusantara kepada Gubernur Bali sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi Pekan Kesenian Bali yang kembali masuk dalam program KEN 2026.

Rangkaian kunjungan kerja Wakil Menteri Pariwisata kemudian dilanjutkan dengan menghadiri pagelaran seni Rekasadana di Ardha Chandra Art Centre, Denpasar. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Bali sebagai destinasi wisata berbasis budaya yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga pengalaman seni dan tradisi yang khas.

Ke depan, penguatan event budaya seperti Pekan Kesenian Bali menjadi strategi penting dalam mengembangkan pariwisata Indonesia yang berkualitas dan berkelanjutan. Melalui pelestarian seni serta keterlibatan masyarakat lokal, destinasi wisata dapat memiliki identitas yang kuat sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi generasi mendatang.

Baca Juga “Studi: Kurang tidur semasa kecil rentan picu depresi usia remaja

More From Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like