- sonicspirits – Atletico Madrid sukses membungkam Barcelona dengan skor 0-2 di Stadion Camp Nou dalam pertandingan leg pertama perempat final Liga Champions 2025/26 yang berlangsung pada Kamis dini hari WIB. Hasil ini membuat Barcelona berada dalam posisi sulit menjelang leg kedua di kandang Atletico Madrid yang akan digelar pada Rabu (16/4) mendatang.
Jalannya Pertandingan: Kartu Merah Ubah Segalanya
Pertandingan berjalan seimbang di awal laga. Barcelona tampil dominan dalam penguasaan bola, seperti ciri khas mereka di era Hansi Flick. Namun, petaka datang pada ujung babak pertama.
Bek muda Pau Cubarsi diusir wasit setelah meninjau VAR. Awalnya, wasit memberikan kartu kuning untuk pelanggaran terhadap Guillano Simeone. Namun setelah melihat tayangan ulang, hukuman dinaikkan menjadi kartu merah langsung karena dianggap menghalangi peluang mencetak gol yang jelas.
Barcelona harus bermain dengan 10 orang hampir sepanjang babak kedua.
Gol Julian Alvarez dan Alexander Sorloth
Keunggulan jumlah pemain segera dimanfaatkan Atletico. Julian Alvarez membuka keunggulan melalui tendangan bebas yang indah pada masa injury time babak pertama (45+1′). Tendangan Alvarez melengkung melewati pagar betis dan tidak bisa dijangkau kiper Barcelona.
Di babak kedua, Alexander Sorloth menggandakan skor pada menit ke-70. Penyerang Norwegia itu memanfaatkan umpan silang dari sisi sayap untuk menyundul bola ke sudut gawang yang tidak terjaga.
Skor 2-0 bertahan hingga akhir pertandingan.
Statistik Kunci
| Indikator | Barcelona | Atletico Madrid |
|---|---|---|
| Penguasaan bola | 62% | 38% |
| Total tembakan | 12 | 9 |
| Tembakan tepat sasaran | 4 | 4 |
| Kartu merah | 1 (Cubarsi) | 0 |
| Pelanggaran | 11 | 14 |
Posisi Barcelona di Leg Kedua
Dengan keunggulan agregat 2-0, Atletico Madrid berada di kursi nyaman. Barcelona wajib menang minimal 3-0 di kandang Atletico jika ingin lolos langsung, atau menang 2-0 untuk memaksa perpanjangan waktu.
Catatan penting: Pau Cubarsi dipastikan absen di leg kedua karena akumulasi kartu merah.
Pernyataan Hansi Flick
Pelatih Barcelona tetap optimis meskipun hasil buruk. “Kami dalam kondisi yang positif. Kami akan memberikan segalanya nanti. Kami masih mempunyai peluang untuk membalikkan keadaan,” kata Flick.
Sementara itu, Diego Simeone memuji performa timnya. “Kami bermain disiplin dan memanfaatkan momen krusial. Tapi ini belum selesai. Barcelona adalah tim besar,” ujar pelatih asal Argentina tersebut.
Leg kedua akan digelar di Wanda Metropolitano, Rabu (16/4/2026). Siapa yang lolos ke semifinal? Atletico yang unggul agregat, atau Barcelona yang akan melakukan comeback dramatis? Kita nantikan.
Marcus Rashford Dua Kali Gagal Manfaatkan Peluang Emas, Gol Dianulir karena Offside
Marcus Rashford sempat mendapatkan dua peluang emas dalam pertandingan leg pertama perempat final Liga Champions antara Barcelona melawan Atletico Madrid di Camp Nou. Sayangnya, penyerang pinjaman dari Manchester United itu gagal mengonversinya menjadi gol yang bisa mengubah jalannya pertandingan.
Gol Dianulir karena Offside
Barcelona bahkan sempat mencetak gol pada menit ke-17 melalui Rashford setelah menerima umpan terobosan dari Lamine Yamal. Selebrasi sempat dilakukan, namun wasit menunjuk bendera offside setelah berkonsultasi dengan asisten wasit. Hasil tayangan ulang menunjukkan bahwa Yamal sudah berada dalam posisi offside saat melepaskan umpan. Gol pun dianulir, skor tetap 0-0.
Rashford kembali mendapatkan peluang pada menit ke-30, kali ini dari situasi sepak pojok. Namun, sundulannya masih melambung di atas mistar gawang Jan Oblak.
Atletico Sesekali Memberi Ancaman
Di sisi lain, Atletico Madrid sesekali memberikan ancaman ke gawang Barcelona. Percobaan Julian Alvarez dari luar kotak penalti pada menit ke-25 masih melenceng tipis di samping tiang. Namun secara umum, babak pertama berjalan seimbang dengan Barcelona lebih banyak menguasai bola (sekitar 60 persen) tanpa bisa menciptakan gol.
Titik Balik: Kartu Merah Pau Cubarsi
Titik balik pertandingan terjadi pada menit ke-44. Pau Cubarsi, bek muda Barcelona, diusir wasit setelah melakukan pelanggaran terhadap Giuliano Simeone (putra pelatih Diego Simeone).
Awalnya wasit memberi kartu kuning. Namun setelah meninjau VAR, hukuman dinaikkan menjadi kartu merah langsung karena dianggap menghalangi peluang mencetak gol yang jelas. Cubarsi adalah bek terakhir yang coba menghentikan serangan Giuliano yang berlari menuju kotak penalti.
Dengan bermain 10 orang sejak ujung babak pertama, Barcelona kehilangan keseimbangan. Satu menit setelah pengusiran (tepatnya pada menit ke-45+1), Julian Alvarez berhasil memecah kebuntuan melalui tendangan bebas yang indah. Gol itu menjadi awal petaka bagi tuan rumah.
Reaksi Rashford Usai Pertandingan
Rashford, yang dikenal sebagai pemain yang kritis terhadap diri sendiri, mengaku kecewa dengan performanya. “Saya seharusnya bisa mencetak setidaknya satu gol hari ini. Gol yang dianulir karena offside sangat menyakitkan, tapi itu adalah keputusan yang benar,” ujarnya seusai pertandingan.
Pelatih Hansi Flick tetap memberi dukungan kepada Rashford. “Marcus bekerja keras. Terkadang bola tidak masuk. Saya yakin di leg kedua dia akan tampil lebih baik,” kata Flick.
Dengan hasil 0-2 dan bermain tandang di leg kedua, peluang Barcelona tipis. Namun, jika Rashford bisa menemukan ketajamannya di Wanda Metropolitano, bukan tidak mungkin Barcelona masih bisa membalikkan keadaan.