sonicspirits – Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara Lanud Iswahjudi, Muchtadi Anjar Legowo, meminta seluruh personel mempertahankan dan meningkatkan keselamatan penerbangan serta kerja memasuki tahun 2026. Arahan ini disampaikan dalam Apel Luar Biasa di Lapangan Dirgantara, Magetan, Jawa Timur.
Ia mengapresiasi keberhasilan Lanud Iswahjudi menjaga catatan zero accident selama dua tahun berturut-turut. Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan komitmen kolektif seluruh personel dalam menjunjung tinggi keselamatan kerja dan penerbangan.
“Keberhasilan ini merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa sekaligus hasil disiplin dan kepatuhan prosedur seluruh personel,” ujar Muchtadi. Ia menegaskan capaian ini harus dijaga dan ditingkatkan secara berkelanjutan.
Mengacu amanat Kepala Staf TNI Angkatan Udara, Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono, keselamatan tidak berhenti pada nihil kecelakaan. Seluruh satuan diminta memperkuat disiplin dan kesadaran prosedural menuju generative safety culture.
Budaya keselamatan berkelanjutan dinilai penting untuk memastikan kesiapan operasional jangka panjang. Pendekatan ini menekankan pencegahan risiko melalui kepatuhan, evaluasi rutin, dan pembelajaran berkelanjutan.
Sepanjang 2025, TNI Angkatan Udara juga berkontribusi aktif dalam agenda strategis nasional. Keterlibatan tersebut meliputi upacara kehormatan militer, peringatan HUT Kemerdekaan RI dan TNI, serta program ketahanan pangan.
Selain itu, TNI AU berperan dalam Program Makan Bergizi Gratis dan penanggulangan bencana alam di wilayah Sumatera. Aktivitas ini menunjukkan komitmen TNI AU memperkuat ketahanan nasional.
Menutup arahannya, Danlanud Iswahjudi menekankan pentingnya konsistensi budaya keselamatan. Ia berharap seluruh personel menjadikan zero accident sebagai fondasi profesionalisme dan pengabdian berkelanjutan.
“Baca Juga : Super League: Yusaku Yamadera Target Masuk 11 Terbaik”
TNI AU TETAPKAN PRIORITAS STRATEGIS 2026 UNTUK PERKUAT PROFESIONALISME
Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara Lanud Iswahjudi, Muchtadi Anjar Legowo, menyampaikan apresiasi kepada seluruh prajurit dan aparatur sipil negara atas integritas, dedikasi, serta kerja keras yang telah ditunjukkan sepanjang 2025.
Ia menegaskan penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi nyata personel dalam menjaga kinerja organisasi. Berbagai capaian dinilai telah mengharumkan nama TNI Angkatan Udara, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Menurut Muchtadi, keberhasilan tersebut mencerminkan komitmen profesionalisme dan disiplin seluruh jajaran. Ia menilai capaian personel menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan tugas ke depan.
Memasuki 2026, TNI Angkatan Udara kembali menegaskan sejumlah prioritas strategis sesuai arahan pimpinan pusat. Prioritas tersebut mencakup modernisasi alutsista, validasi organisasi, dan pengembangan sistem piranti lunak.
Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi fokus utama. Langkah ini diarahkan untuk memperkuat kompetensi, adaptasi teknologi, dan kesiapan operasional personel.
TNI Angkatan Udara juga didorong berpartisipasi aktif mendukung kebijakan nasional. Keterlibatan ini diharapkan meningkatkan efektivitas peran TNI AU dalam sistem pertahanan negara.
Menutup arahannya, Muchtadi menekankan bahwa pelaksanaan prioritas tersebut harus dijalankan secara konsisten. Ia berharap TNI AU semakin efektif, efisien, dan profesional dalam mendukung pelaksanaan tugas pertahanan udara nasional.
TNI AU PERKUAT DUKUNGAN OPERASI PENERBANGAN SEPANJANG 2026
Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara Lanud Iswahjudi, Muchtadi Anjar Legowo, meminta seluruh jajaran meningkatkan fokus dan dukungan maksimal terhadap operasi penerbangan memasuki tahun 2026.
Dalam arahannya, ia menekankan bahwa kesiapan operasi harus ditopang oleh personel yang profesional, terlatih, dan disiplin. Kualitas sumber daya manusia dinilai menjadi faktor utama dalam menjaga kelancaran dan keselamatan penerbangan.
Selain kesiapan personel, Muchtadi menegaskan pentingnya pemeliharaan alat utama sistem persenjataan. Perawatan alutsista yang konsisten dan sesuai prosedur diperlukan untuk memastikan pesawat dan peralatan pendukung selalu berada dalam kondisi siap operasi.
Ia juga menyoroti optimalisasi sarana dan prasarana pendukung sebagai bagian penting dari ekosistem penerbangan militer. Infrastruktur yang andal dinilai mampu meningkatkan efisiensi, ketepatan waktu, dan keselamatan pelaksanaan tugas.
Menurutnya, dukungan terpadu dari personel, alutsista, serta fasilitas akan memperkuat kinerja satuan secara menyeluruh. Sinergi tersebut diharapkan mencegah hambatan operasional dan menjaga standar keselamatan tetap tinggi.
Muchtadi menegaskan bahwa penguatan dukungan operasi penerbangan sejalan dengan arah kebijakan TNI Angkatan Udara dalam membangun organisasi yang profesional dan modern.
Menutup pernyataannya, ia berharap seluruh jajaran mampu menjaga konsistensi kinerja sepanjang 2026. Dengan kerja terencana dan disiplin, TNI AU diharapkan dapat menjalankan tugas pertahanan udara secara optimal dan berkelanjutan.
“Baca Juga : Pemerintah Gabon Skors Timnas Usai Tersingkir Piala Afrika”