Categories Politik

DPR Desak Usut Tuntas Ledakan Gudang Amunisi Madiun

DPR Minta Investigasi Menyeluruh Ledakan Gudang Amunisi Madiun

TB Hasanuddin Dorong Evaluasi Standar Keamanan dan Lokasi Penyimpanan Amunisi

Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin meminta TNI Angkatan Darat mengusut secara menyeluruh penyebab ledakan di Gudang Pusat Amunisi (Gupusmu) II Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad) di Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Menurutnya, hasil investigasi harus mampu mengungkap akar permasalahan sekaligus menjadi dasar perbaikan sistem pengelolaan amunisi agar insiden serupa tidak kembali terjadi.

Permintaan tersebut muncul setelah ledakan di kompleks gudang amunisi milik TNI AD menimbulkan korban jiwa dan korban luka. Hasanuddin menilai investigasi tidak boleh berhenti pada penyebab langsung, tetapi juga harus menilai seluruh aspek yang berkaitan dengan keamanan penyimpanan amunisi.

Ia menegaskan tim investigasi perlu memeriksa apakah sistem penyimpanan amunisi telah memenuhi seluruh standar yang berlaku. Pemeriksaan harus mencakup kondisi bangunan, sistem ventilasi, pengaturan suhu, tata letak amunisi, hingga penerapan prosedur pengamanan di dalam gudang.

Menurut Hasanuddin, setiap unsur tersebut memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas amunisi selama masa penyimpanan. Kelalaian terhadap salah satu aspek dapat meningkatkan risiko kecelakaan yang berdampak besar terhadap personel maupun masyarakat di sekitar lokasi.

Selain kondisi fasilitas, ia juga meminta pemeriksaan menyeluruh terhadap kualitas amunisi yang tersimpan. Tim investigasi perlu memastikan apakah terdapat amunisi yang telah melewati masa pakai, mengalami kerusakan, atau menunjukkan penurunan kualitas sehingga berpotensi membahayakan keselamatan.

baca juga: Gudang Pusat Munisi di Kabupaten Madiun meledak

Hasanuddin menilai seluruh faktor yang berpotensi memicu ledakan harus ditelusuri tanpa pengecualian. Investigasi harus mencakup aspek teknis, kondisi fasilitas penyimpanan, kemungkinan kesalahan manusia, hingga tingkat kepatuhan terhadap prosedur operasional standar yang diterapkan di gudang amunisi.

Ia juga menyoroti lokasi gudang yang berada dekat dengan kawasan permukiman. Menurutnya, pemerintah dan TNI AD perlu mengevaluasi apakah posisi gudang tersebut masih memenuhi ketentuan jarak aman berdasarkan standar penyimpanan bahan peledak militer.

Apabila hasil evaluasi menunjukkan lokasi tersebut tidak lagi memenuhi persyaratan keselamatan, Hasanuddin mendorong relokasi gudang ke kawasan yang lebih aman dan jauh dari pemukiman warga. Langkah tersebut dinilai penting untuk meminimalkan risiko apabila terjadi insiden di masa mendatang.

Lebih lanjut, purnawirawan perwira tinggi TNI itu menegaskan bahwa hasil investigasi harus menghasilkan rekomendasi yang dapat diterapkan secara nyata. Perbaikan sistem penyimpanan, pengawasan, pemeliharaan, serta pengamanan amunisi menjadi langkah penting untuk meningkatkan standar keselamatan di seluruh fasilitas militer.

Sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Donny Pramono menjelaskan ledakan terjadi di Gudang Pusat Amunisi TNI di Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, saat prajurit melaksanakan kegiatan perawatan dan pemeliharaan munisi pada Kamis (16/7).

Insiden tersebut menyebabkan satu prajurit meninggal dunia, sementara enam orang lainnya mengalami luka dengan tingkat keparahan yang berbeda. Seluruh korban segera dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis serta menjalani proses pelaporan sesuai prosedur yang berlaku di lingkungan TNI.

Donny mengatakan TNI AD telah mengirimkan tim investigasi guna mengungkap penyebab pasti ledakan. Hasil pemeriksaan akan menjadi dasar dalam menentukan langkah evaluasi dan perbaikan terhadap sistem pengelolaan amunisi di masa depan.

Peristiwa di Madiun kembali mengingatkan pentingnya penerapan standar keselamatan yang ketat pada fasilitas penyimpanan amunisi militer. Investigasi yang transparan dan komprehensif diharapkan tidak hanya mengungkap penyebab insiden, tetapi juga memperkuat sistem pengamanan agar keselamatan personel serta masyarakat sekitar dapat terjamin.

baca juga: Prabowo: Tiga Dasawarsa Rakyat Menunggu Proyek Abadi Blok Masela

More From Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like