Categories Politik

Menekraf: Nilai Pancasila Perkuat Ekosistem Ekraf

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila harus menjadi landasan utama dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Indonesia. Menurutnya, prinsip-prinsip yang terkandung dalam Pancasila tidak hanya relevan sebagai dasar negara, tetapi juga menjadi pedoman dalam membangun sektor ekonomi kreatif yang inklusif, berkelanjutan, inovatif, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Pernyataan tersebut disampaikan Riefky bertepatan dengan momentum peringatan Hari Lahir Pancasila. Ia menilai peringatan tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan ekonomi nasional tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai kebangsaan yang telah menjadi fondasi Indonesia sejak awal kemerdekaan. Dalam konteks ekonomi kreatif, nilai gotong royong, persatuan, keadilan sosial, dan penghormatan terhadap keberagaman budaya dinilai memiliki peran penting dalam menciptakan ekosistem yang sehat dan berdaya saing.

Baca Juga “Amankan Hiburan Organ Tunggal, Bhabinkamtibmas Ds. Galagamba Himbau Jaga Kamtibmas.

Menurut Riefky, Pancasila bukan sekadar simbol atau dokumen kenegaraan yang dihafalkan oleh masyarakat. Pancasila merupakan panduan moral yang dapat diterapkan dalam berbagai aspek pembangunan, termasuk dalam pengembangan industri kreatif yang saat ini menjadi salah satu sektor unggulan ekonomi nasional. Oleh karena itu, pelaku ekonomi kreatif perlu menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai dasar dalam menghasilkan karya, membangun usaha, dan menciptakan inovasi.

“Pancasila bukan sekadar dasar negara, melainkan panduan moral dan arah pembangunan bangsa, termasuk dalam pengembangan sektor ekonomi kreatif,” kata Riefky dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta.

Ia menjelaskan bahwa semangat gotong royong yang menjadi salah satu karakter bangsa Indonesia sangat relevan dengan kebutuhan industri kreatif modern. Dalam praktiknya, sektor ekonomi kreatif berkembang melalui kolaborasi antara pelaku usaha, komunitas, pemerintah, akademisi, investor, hingga masyarakat. Kolaborasi tersebut memungkinkan terciptanya ide-ide baru, peningkatan kualitas produk, serta perluasan akses pasar baik di dalam maupun luar negeri.

Selain gotong royong, nilai keadilan sosial juga dinilai memiliki peran penting dalam memastikan manfaat ekonomi kreatif dapat dirasakan secara merata. Riefky menekankan bahwa perkembangan industri kreatif tidak boleh hanya terpusat di kota-kota besar. Pelaku usaha kreatif di daerah harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang melalui akses pembiayaan, pelatihan, pemasaran, hingga pemanfaatan teknologi digital.

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi ekonomi kreatif yang sangat besar karena didukung oleh keragaman budaya yang tersebar di berbagai daerah. Setiap wilayah memiliki identitas budaya, tradisi, seni, kuliner, hingga produk kriya yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi. Kekayaan tersebut menjadi keunggulan yang sulit ditiru negara lain dan dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi jangka panjang apabila dikelola secara optimal.

Riefky mengatakan bahwa penghormatan terhadap keberagaman budaya sebagaimana tercermin dalam nilai Pancasila harus menjadi fondasi dalam pengembangan produk kreatif Indonesia. Dengan menjaga dan mengangkat kekayaan budaya lokal, pelaku industri kreatif tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga berkontribusi dalam pelestarian warisan budaya bangsa.

Saat ini, ekonomi kreatif telah menjadi salah satu sektor strategis yang memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Industri kreatif mencakup berbagai subsektor seperti kuliner, fesyen, kriya, seni pertunjukan, film, musik, desain, aplikasi digital, permainan interaktif, hingga konten kreatif berbasis teknologi. Keberagaman subsektor tersebut menjadikan ekonomi kreatif sebagai sektor yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar sekaligus mendorong lahirnya wirausaha baru.

Pemerintah menilai sektor ekonomi kreatif memiliki kemampuan untuk menjadi mesin pertumbuhan ekonomi masa depan. Berbeda dengan sektor yang bergantung pada eksploitasi sumber daya alam, ekonomi kreatif bertumpu pada ide, inovasi, kreativitas, dan kemampuan sumber daya manusia. Karena itu, penguatan kualitas SDM kreatif menjadi salah satu prioritas dalam strategi pengembangan sektor ini.

Riefky menegaskan bahwa ekonomi kreatif juga berperan penting dalam meningkatkan ekspor nonmigas Indonesia. Berbagai produk kreatif berbasis budaya lokal kini semakin diminati pasar internasional karena menawarkan keunikan dan nilai autentik yang tidak dimiliki negara lain. Produk fesyen berbasis wastra Nusantara, kerajinan tangan, kuliner khas daerah, hingga karya seni kontemporer menjadi contoh bagaimana budaya dapat diubah menjadi sumber nilai ekonomi yang kompetitif.

Di sisi lain, perkembangan teknologi digital telah membuka peluang baru bagi pelaku ekonomi kreatif untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Platform digital memungkinkan pelaku usaha memasarkan produk secara global tanpa harus memiliki jaringan distribusi yang besar. Namun, Riefky mengingatkan bahwa pemanfaatan teknologi tetap harus disertai dengan nilai-nilai kebangsaan agar inovasi yang dihasilkan tidak kehilangan identitas Indonesia.

“Dengan semangat Pancasila, mari kita bangun ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang mencerminkan jati diri bangsa,” ujar Riefky.

Ia menambahkan bahwa ekonomi kreatif merupakan salah satu sektor yang mampu mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Selain menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja, sektor ini juga memperkuat rasa persatuan melalui apresiasi terhadap keberagaman budaya. Produk-produk kreatif yang lahir dari berbagai daerah menunjukkan bahwa perbedaan budaya dapat menjadi sumber kekuatan dan inovasi.

Subsektor seperti kriya, kuliner, fesyen, dan seni pertunjukan menjadi contoh nyata bagaimana ekonomi kreatif berkontribusi dalam menjaga identitas budaya Indonesia. Melalui kegiatan ekonomi yang berbasis budaya, masyarakat tidak hanya memperoleh manfaat finansial tetapi juga ikut melestarikan tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Dalam rangkaian peringatan Hari Lahir Pancasila, Riefky turut menghadiri upacara yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta. Upacara tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh elemen bangsa dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila di berbagai sektor pembangunan.

Dalam amanatnya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Pancasila merupakan konsensus nasional yang lahir dari sejarah panjang bangsa Indonesia. Pancasila menjadi titik temu berbagai kelompok masyarakat yang memiliki latar belakang budaya, agama, dan suku yang berbeda. Karena itu, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus terus dijaga dan diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Presiden juga menyoroti pentingnya transformasi ekonomi nasional yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Menurutnya, pembangunan ekonomi harus memberikan manfaat yang adil bagi seluruh masyarakat dan tidak hanya menguntungkan kelompok tertentu. Pengelolaan sumber daya alam, investasi, hingga pembangunan industri harus diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat secara merata.

Prabowo menegaskan bahwa konsep Ekonomi Pancasila tidak semata-mata diukur dari pertumbuhan angka ekonomi atau capaian statistik. Lebih dari itu, konsep tersebut menempatkan kemanusiaan, kemandirian, pemerataan, dan keadilan sosial sebagai tujuan utama pembangunan. Dengan pendekatan tersebut, pertumbuhan ekonomi diharapkan mampu menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan dan inklusif.

Baca Juga “Java Jazz Festival 2026: Deretan Musisi Ternama – Hiburan Lainnya

More From Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like