Categories Politik

Politik Sepekan: Juwono Tutup Usia hingga WFH ASN

  • sonicspirits – Jenazah Menteri Pertahanan pada masa Presiden Ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yakni Prof. Dr. Ir. Juwono Sudarsono, disemayamkan di Gedung Kementerian Pertahanan (Kemhan), Jakarta, pada Minggu pagi. Jenazah mendiang tiba di Gedung Kemhan pukul 08.00 WIB dan langsung dilakukan prosesi persemayaman. Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan jenazah disemayamkan di Ruang Hening, sebuah ruangan khusus yang digunakan untuk penghormatan terakhir bagi tokoh-tokoh pertahanan.

“Apabila akan ada tokoh nasional yang akan hadir, takziah dan sebagainya, dipersilakan,” kata Rico saat diwawancarai. Prosesi persemayaman ini digelar hingga pukul 11.00 WIB. Setelah itu, jenazah akan menjalani prosesi pelepasan yang dipimpin oleh Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan. Acara pelepasan ini menjadi bentuk penghormatan terakhir dari keluarga besar Kementerian Pertahanan terhadap jasa dan dedikasi almarhum.

“Kemudian jenazah akan diantar ke Taman Makam Pahlawan Kalibata, setelah pelepasan dari Kementerian Pertahanan di jam 11.00 WIB,” ujar Rico. Taman Makam Pahlawan Kalibata menjadi lokasi peristirahatan terakhir bagi mendiang Juwono Sudarsono, sesuai dengan statusnya sebagai tokoh nasional yang telah berkontribusi besar bagi bangsa. Prosesi pemakaman direncanakan berlangsung secara militer dengan protap kepahlawanan.

Juwono Sudarsono merupakan sosok akademisi dan birokrat yang dipercaya memimpin Kementerian Pertahanan pada dua era pemerintahan berbeda. Ia menjabat sebagai Menhan di era Presiden Abdurrahman Wahid (1999–2000) dan kembali dipercaya di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (2004–2009). Dedikasinya di bidang pertahanan dan pendidikan tinggi menjadikannya salah satu tokoh penting dalam sejarah pemerintahan Indonesia. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kolega, dan institusi pertahanan nasional.

“Baca Juga : Seskab Teddy Bahas Implementasi bersama Menkomdigi

Jenazah Juwono Sudarsono Akan Dimakamkan Secara Militer di TMP Kalibata Siang Ini

Jenazah Prof. Dr. Ir. Juwono Sudarsono akan dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, pada Minggu siang. Prosesi pemakaman dilaksanakan setelah upacara pelepasan di Gedung Kementerian Pertahanan (Kemhan) yang berlangsung pukul 11.00 WIB. Sebelumnya, Guru Besar Ilmu Hubungan Internasional Universitas Indonesia tersebut meninggal dunia pada Sabtu pukul 13.45 WIB di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi dunia akademik dan pemerintahan Indonesia.

Juwono Sudarsono tidak hanya dikenal sebagai Menteri Pertahanan pada dua era pemerintahan berbeda. Ia juga pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) pada masa Presiden Ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie. Kariernya yang cemerlang di berbagai kabinet menunjukkan kapasitasnya sebagai intelektual dan birokrat handal. Dedikasinya di bidang pendidikan dan pertahanan telah memberikan kontribusi besar bagi bangsa. Ia menjadi salah satu tokoh yang dihormati lintas generasi.

Prosesi persemayaman di Gedung Kemhan berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, kolega, dan keluarga. Ruang Hening yang menjadi lokasi persemayaman dipilih sebagai bentuk penghormatan tertinggi dari institusi pertahanan. Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan memimpin langsung prosesi pelepasan sebelum jenazah diberangkatkan ke TMP Kalibata. Rangkaian acara ini mencerminkan penghargaan negara terhadap jasa-jasa almarhum.

Pemakaman di TMP Kalibata menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi tokoh yang telah mengabdikan hidupnya untuk negara. Dengan protokol kepahlawanan, jenazah akan dikebumikan secara militer sebagai bentuk penghormatan terakhir. Keluarga besar Kemhan, UI, serta para sahabat dan kolega turut hadir dalam prosesi pemakaman. Masyarakat pun turut berduka atas kepergian salah satu putra terbaik bangsa. Warisan pemikiran dan dedikasi Juwono Sudarsono akan terus dikenang sepanjang masa.

Juwono Sudarsono: Tiga Kali Menteri di Tiga Era Kepemimpinan Nasional

Selain menjabat sebagai Menteri Pertahanan dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Juwono Sudarsono diketahui sempat menjadi Menteri Negara Lingkungan Hidup. Ia mengemban amanah tersebut pada masa Presiden Ke-2 RI Soeharto. Dengan demikian, almarhum menjadi salah satu tokoh langka yang dipercaya memimpin tiga kementerian berbeda di tiga era kepemimpinan nasional yang berlainan. Kariernya yang lintas rezim menunjukkan kapasitas profesionalisme dan integritas yang diakui secara luas. Dedikasinya tidak terbatas pada satu periode pemerintahan tertentu.

Pengalaman Juwono di Kabinet Pembangunan VII (1998) di bawah Presiden Soeharto menjadi awal perjalanannya sebagai menteri. Ia kemudian dipercaya Presiden B.J. Habibie untuk mengurus dunia pendidikan dan kebudayaan di tengah masa transisi reformasi. Puncaknya, ia kembali dipanggil Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Abdurrahman Wahid untuk memimpin Kementerian Pertahanan dalam dua periode yang berbeda. Rekam jejak ini mencerminkan kepercayaan lintas generasi terhadap kemampuan intelektual dan manajerialnya.

Latar belakang akademiknya sebagai Guru Besar Ilmu Hubungan Internasional Universitas Indonesia menjadi fondasi kuat dalam setiap kebijakan yang diambil. Ia dikenal sebagai pemikir yang mampu menerjemahkan konsep akademik ke dalam kebijakan publik yang aplikatif. Kontribusinya di bidang lingkungan hidup, pendidikan, dan pertahanan meninggalkan warisan yang masih terasa hingga kini. Kepergiannya menutup lembaran panjang perjalanan seorang negarawan sejati.

Prosesi pemakaman yang berlangsung secara militer di Taman Makam Pahlawan Kalibata menjadi penghormatan terakhir negara atas jasa-jasanya. Keluarga besar Universitas Indonesia, Kementerian Pertahanan, serta masyarakat luas turut berduka atas kehilangan sosok yang konsisten dalam pengabdian. Juwono Sudarsono akan dikenang sebagai intelektual, birokrat, dan negarawan yang mengabdi tanpa pamrih. Warisan pemikiran dan keteladanannya akan terus menginspirasi generasi mendatang.

“Baca Juga : Seskab Teddy Rapat Bahas Kebijakan Energi dan Ekonomi

More From Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like