Prabowo Tekankan Persatuan dan Gotong Royong di Hari Koperasi Nasional
Presiden Ajak Masyarakat Tinggalkan Budaya Caci Maki dan Dengki
Presiden Prabowo Subianto mengajak masyarakat Indonesia memperkuat persatuan, semangat gotong royong, dan kerja sama dalam kehidupan berbangsa. Ajakan tersebut disampaikan saat memperingati Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta.
Dalam kesempatan itu, Prabowo mengingatkan masyarakat agar tidak terpengaruh oleh perilaku yang dapat memecah persatuan, seperti budaya saling mencaci, iri hati, dan kecurigaan antarwarga. Menurutnya, kemajuan bangsa hanya dapat dicapai melalui kebersamaan dan rasa saling mendukung.
Presiden menilai nilai-nilai koperasi memiliki hubungan erat dengan semangat persatuan karena mengutamakan kerja sama, kepedulian, serta keseimbangan antara anggota masyarakat. Prinsip tersebut dinilai relevan untuk menghadapi berbagai tantangan pembangunan nasional.
Persatuan Menjadi Modal Utama Membangun Bangsa
Prabowo menyampaikan bahwa masyarakat Indonesia memiliki keberagaman latar belakang, mulai dari suku, budaya, hingga pilihan politik. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk saling menjauh atau menimbulkan konflik.
Ia menegaskan bahwa seluruh rakyat Indonesia merupakan bagian dari satu keluarga besar yang harus menjaga keharmonisan. Menurutnya, tidak ada keberhasilan yang dapat diraih melalui pertikaian dan perpecahan.
“Untuk apa kita bertikai? Kita ini satu keluarga,” ujar Prabowo dalam pidatonya.
baca juga: Prabowo: Gagasan Kopdes Merah Putih sudah dipikirkan puluhan tahun
Presiden juga mengajak masyarakat kembali menghidupkan nilai kebangsaan yang mengedepankan sikap saling menghormati, memaafkan, memahami, serta membantu satu sama lain.
Menurut Prabowo, semangat kebersamaan menjadi kekuatan penting agar Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara lebih merata.
Gotong Royong Dukung Koperasi dan Kesejahteraan Rakyat
Dalam pidatonya, Prabowo menekankan pentingnya prinsip kerja sama antara masyarakat yang memiliki kemampuan lebih dengan kelompok yang membutuhkan dukungan. Ia menyebut kekuatan bangsa akan semakin besar apabila seluruh elemen saling membantu.
“Yang kuat bantu yang lemah, yang lemah kerja sama yang baik. Insya Allah kita akan bangkit,” kata Presiden.
Pesan tersebut sejalan dengan nilai dasar koperasi yang menempatkan kebersamaan sebagai fondasi utama dalam membangun ekonomi rakyat. Melalui koperasi, masyarakat didorong untuk meningkatkan kemandirian ekonomi sekaligus memperkuat solidaritas sosial.
Puncak Harkopnas ke-79 tahun ini mengusung tema “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya”. Momentum tersebut juga menjadi penanda dimulainya tahap operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Program KDKMP menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memperkuat ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan melalui kelembagaan koperasi yang lebih aktif dan produktif.
Peringatan Harkopnas Jadi Momentum Perkuat Sejarah Koperasi
Selain acara puncak di Jakarta, Kementerian Koperasi juga menyiapkan sejumlah agenda lanjutan dalam rangka memperingati Hari Koperasi Nasional ke-79. Salah satunya adalah peletakan batu pertama renovasi gedung bersejarah tempat berlangsungnya Kongres Koperasi Pertama di Tasikmalaya, Jawa Barat.
Gedung tersebut memiliki nilai sejarah penting karena menjadi lokasi Kongres Koperasi Pertama pada 12 Juli 1947. Peristiwa itu kemudian menjadi dasar penetapan tanggal 12 Juli sebagai Hari Koperasi Nasional.
Peringatan Harkopnas tahun ini tidak hanya menjadi ajang mengenang perjalanan koperasi Indonesia, tetapi juga menjadi momentum memperkuat peran koperasi dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional.
Melalui penguatan koperasi dan penerapan nilai gotong royong, pemerintah berharap masyarakat dapat terus membangun hubungan sosial yang lebih solid. Persatuan, kerja sama, dan kepedulian dinilai menjadi kunci untuk mewujudkan Indonesia yang semakin maju dan sejahtera.
baca juga: Prabowo Cerita Gagasan Pembentukan Koperasi Merah Putih