Categories Politik

Prabowo: Negara Sukses Berani Akui Kesulitan

Prabowo Tegaskan Negara yang Sukses Berani Mengakui Kesulitan dan Mencari Solusi
Presiden Dorong Pemerintah Terbuka terhadap Kritik dan Perkuat Peran Kampus dalam Kemajuan Bangsa

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa keberhasilan sebuah negara tidak ditentukan oleh kemampuannya menghindari persoalan, melainkan oleh keberanian menghadapi setiap tantangan dan mencari solusi yang tepat. Menurutnya, pemerintah harus membangun budaya kerja yang terbuka terhadap kritik, jujur mengakui kekurangan, dan konsisten melakukan perbaikan demi kepentingan masyarakat.

Baca Juga “Survei Puspoll: 6 Program Pemerintah yang Dianggap Penting Rakyat

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia yang berlangsung di Jakarta, Minggu. Forum tersebut dihadiri para rektor, akademisi, peneliti, pelaku industri, serta berbagai pemangku kepentingan yang membahas penguatan ekosistem riset dan inovasi nasional.

Dalam sambutannya, Prabowo menekankan bahwa setiap negara pasti menghadapi tantangan dalam proses pembangunan. Namun, menurutnya, negara yang mampu berkembang adalah negara yang berani mengidentifikasi persoalan secara terbuka, menerima masukan dari berbagai pihak, kemudian mengambil langkah nyata untuk menyelesaikannya.

Ia mengatakan pemerintah tidak boleh menghindari kritik maupun menutup-nutupi kelemahan yang ada. Sebaliknya, kritik harus dipandang sebagai bagian dari proses evaluasi yang dapat memperkuat kualitas kebijakan dan meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan.

“Kesulitan harus dihadapi. Kita harus berani menghadapi kesulitan, berani mengakui kesulitan, dan bekerja keras mencari solusi terhadap kesulitan,” kata Prabowo.

Menurut Presiden, pola pikir seperti itu berlaku bukan hanya dalam pemerintahan, tetapi juga di organisasi, dunia usaha, hingga lembaga pendidikan. Kemampuan mengenali kelemahan dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan menjadi salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan sebuah institusi.

Prabowo mengungkapkan bahwa pandangan tersebut diperolehnya dari berbagai pengalaman serta masukan yang diterima selama bertahun-tahun. Ia menilai keberhasilan sebuah organisasi selalu diawali dengan keberanian mengevaluasi diri sebelum mengambil langkah perbaikan.

“Organisasi, masyarakat, dan negara yang sukses adalah yang berani mengetahui, mencari kesulitan dan kekurangan, lalu mengatasinya,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga memberikan perhatian terhadap berbagai usulan yang disampaikan kalangan akademisi selama forum berlangsung. Ia memastikan seluruh masukan akan dipelajari sebagai bahan pertimbangan pemerintah dalam menyusun kebijakan di berbagai sektor.

Presiden menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif para rektor, peneliti, dan ilmuwan yang memberikan rekomendasi berdasarkan hasil kajian ilmiah. Menurutnya, kebijakan publik akan semakin berkualitas apabila disusun berdasarkan data, penelitian, dan pengalaman yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Saya terima daftar usulan dan daftar pertanyaan yang tadi disampaikan cukup banyak. Saya janji satu per satu akan saya perhatikan,” ujar Prabowo.

Komitmen tersebut, kata Prabowo, merupakan bagian dari upaya membangun tata kelola pemerintahan yang lebih transparan, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Pemerintah juga ingin memastikan setiap kebijakan memiliki dasar yang kuat serta mempertimbangkan berbagai perspektif.

Selain menyoroti pentingnya tata kelola pemerintahan, Prabowo menegaskan bahwa kebebasan akademik harus tetap dijaga di lingkungan perguruan tinggi. Ia menilai kampus memiliki peran strategis sebagai ruang lahirnya gagasan, inovasi, dan solusi atas berbagai tantangan pembangunan nasional.

Menurutnya, perbedaan pandangan di dunia akademik merupakan sesuatu yang wajar dan justru harus dipelihara. Diskusi ilmiah yang terbuka akan menghasilkan pemikiran yang lebih matang dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

Prabowo berharap perguruan tinggi semakin aktif mengembangkan penelitian, sains, dan teknologi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia menilai hasil riset tidak seharusnya berhenti di lingkungan akademik, tetapi perlu dihilirisasi agar memberikan manfaat langsung bagi pembangunan ekonomi dan pelayanan publik.

Presiden juga mengingatkan bahwa negara telah memberikan berbagai bentuk dukungan terhadap dunia pendidikan. Dukungan tersebut tidak hanya melalui anggaran pendidikan, tetapi juga berbagai subsidi yang menopang aktivitas perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta.

Ia menjelaskan bahwa lembaga pendidikan swasta tetap memperoleh manfaat dari berbagai kebijakan pemerintah, seperti subsidi listrik, subsidi bahan bakar minyak, hingga berbagai program yang bertujuan menjaga stabilitas ekonomi nasional. Karena itu, seluruh elemen pendidikan memiliki tanggung jawab untuk menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan inovatif.

Menurut Prabowo, kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan industri menjadi kunci dalam mempercepat transformasi Indonesia menuju negara maju. Sinergi tersebut diperlukan agar hasil penelitian dapat dikembangkan menjadi teknologi, produk, maupun kebijakan yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia sendiri menjadi forum yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem riset nasional. Forum ini bertujuan mendorong kolaborasi antara akademisi, peneliti, pemerintah, dan sektor industri dalam mempercepat penguasaan teknologi serta meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.

Pemerintah dalam beberapa tahun terakhir juga terus mendorong peningkatan kualitas riset nasional melalui penguatan pendanaan penelitian, hilirisasi inovasi, pengembangan talenta digital, serta kerja sama antara perguruan tinggi dan dunia industri. Langkah tersebut diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan memperkuat ketahanan nasional.

Di akhir sambutannya, Prabowo kembali mengajak seluruh elemen bangsa untuk membangun budaya yang berorientasi pada solusi. Ia menilai tantangan pembangunan tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah saja, tetapi membutuhkan kontribusi dari kalangan akademisi, peneliti, pelaku usaha, dan masyarakat luas.

Dengan mengedepankan keterbukaan, keberanian mengevaluasi diri, serta kolaborasi lintas sektor, Prabowo optimistis Indonesia mampu memperkuat tata kelola pemerintahan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan mempercepat pembangunan nasional yang berkelanjutan. Ia berharap semangat mencari solusi atas setiap tantangan dapat menjadi budaya bersama dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing.

Baca Juga “Presiden targetkan rampingkan BUMN, Dony Oskaria pastikan tak ada PHK

More From Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like