Categories Politik

Seskab Teddy Rapat Bahas Kebijakan Energi dan Ekonomi

SonicSpirits.com -Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menghadiri rapat pembahasan kebijakan energi dan stimulus ekonomi yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, pada Jumat. Pertemuan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas harga dan memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tantangan global.

Rapat yang berlangsung di Jakarta ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, serta Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro.

Kehadiran Seskab Teddy Indra Wijaya dalam rapat ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam merespons kondisi ekonomi global yang terus berubah. Salah satu fokus utama dalam pembahasan adalah kebijakan energi yang berkelanjutan dan menjaga daya beli masyarakat.

Airlangga Hartarto, sebagai pemimpin rapat, menekankan pentingnya kebijakan yang dapat mengatur penggunaan energi secara efisien, sekaligus mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Kebijakan ini diharapkan dapat mendukung target pemerintah dalam transisi menuju energi terbarukan.

Baca juga:“Anwar Ibrahim Tiba di Jakarta untuk Bertemu Presiden Prabowo”

PEMERINTAH JAGA STABILITAS EKONOMI INDONESIA TENGAH KETIDAKPASTIAN GLOBAL

Pemerintah Indonesia memastikan bahwa stabilitas ekonomi tetap terjaga meskipun ada ketidakpastian global yang disebabkan oleh eskalasi geopolitik dan volatilitas pasar keuangan. Kondisi ekonomi Indonesia yang tetap resilien menjadi salah satu prioritas utama pemerintah dalam menghadapi tantangan eksternal yang semakin meningkat.

Menurut Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, faktor fundamental ekonomi Indonesia saat ini tetap kuat dan mendukung kestabilan jangka panjang. “Pemerintah memastikan bahwa perekonomian Indonesia tetap terjaga dengan baik, meskipun situasi global yang penuh tantangan,” ungkap Haryo.

Sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2025 sebesar 5,11 persen (year on year). Pertumbuhan ini diperkirakan akan didorong oleh berbagai faktor positif, seperti peningkatan investasi, ekspor, serta konsumsi domestik yang terus tumbuh. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun dunia sedang menghadapi ketidakpastian, Indonesia memiliki kapasitas untuk tetap tumbuh dengan stabil.

Inflasi juga diperkirakan berada dalam kisaran sasaran pemerintah, yakni 2,5 persen plus minus 1 persen. Target inflasi ini menunjukkan upaya keras pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat dan mencegah lonjakan harga yang dapat membebani ekonomi domestik. Keberhasilan dalam menjaga inflasi pada level yang terkendali menjadi salah satu pencapaian penting dalam memitigasi dampak krisis global.

DIPERKUAT DENGAN REFORMASI PERPAJAKAN, PERTUMBUHAN PAJAK, DAN PENGUATAN SEKTOR ENERGI

Pemerintah Indonesia memastikan ketahanan fiskal yang kuat dengan pencapaian luar biasa pada penerimaan pajak yang tumbuh 30,4 persen (year-on-year) hingga Februari 2026. Pencapaian ini didorong oleh reformasi perpajakan dan digitalisasi melalui sistem Coretax, yang mempermudah proses pengumpulan pajak dan memperbaiki transparansi administrasi fiskal. Reformasi perpajakan ini diharapkan terus mendorong kepatuhan wajib pajak dan meningkatkan penerimaan negara, sehingga dapat mendukung pembiayaan pembangunan yang berkelanjutan.

Selain itu, pemerintah juga memperkuat ketahanan pangan dan energi di tengah dinamika global yang semakin tidak menentu. Salah satu langkah penting adalah meningkatkan swasembada beberapa komoditas pangan utama untuk mengurangi ketergantungan pada impor. Pemerintah juga berhasil mencatat surplus produksi energi berbasis biodiesel, yang merupakan bagian dari upaya diversifikasi energi dan penguatan ketahanan energi domestik.

“Ketahanan fiskal yang kokoh dan ketersediaan pangan serta energi yang stabil adalah faktor penting dalam menghadapi gejolak global,” kata Haryo Limanseto, Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. “Kami optimistis dapat mengelola sumber daya secara optimal untuk memitigasi dampak ketidakpastian dunia,” lanjutnya.

Pemerintah Indonesia tidak hanya fokus pada ketahanan fiskal dan energi, tetapi juga terus mengupayakan penguatan sektor-sektor strategis lainnya, seperti hilirisasi industri, percepatan digitalisasi, dan peningkatan investasi. Langkah-langkah tersebut akan memastikan Indonesia memiliki daya saing yang kuat dan terus tumbuh di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai sekitar 5,4 persen pada 2026. Target ini diyakini dapat tercapai dengan tetap menjaga stabilitas ekonomi melalui kebijakan fiskal dan moneter yang hati-hati serta melanjutkan reformasi struktural yang telah berjalan.

Hilirisasi industri, yang bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri, menjadi salah satu fokus utama. Pemerintah berkomitmen untuk mengembangkan industri berbasis sumber daya alam yang ramah lingkungan, serta meningkatkan kapasitas manufaktur nasional untuk menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih luas.

Baca juga:”

More From Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like