Indosat Dorong Pembangunan Ekosistem AI untuk Perkuat Kedaulatan Teknologi Indonesia
Upaya mewujudkan kedaulatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) di Indonesia membutuhkan fondasi yang kuat melalui pembangunan ekosistem teknologi secara menyeluruh. Pengembangan talenta digital, ketersediaan infrastruktur, dukungan kebijakan pemerintah, serta kolaborasi industri dinilai menjadi faktor utama agar Indonesia mampu menjadi pemain dalam industri AI global.
Director and Chief Legal & Regulatory Officer Indosat, Reski Damayanti, menegaskan bahwa Indonesia tidak dapat langsung berfokus menciptakan aplikasi AI tanpa terlebih dahulu memastikan kesiapan sumber daya manusia dan fasilitas pendukung yang memadai.
Dalam sesi diskusi Indonesia AI Ethics Summit di Jakarta, Reski menyampaikan bahwa pengembangan talenta dan penciptaan teknologi AI harus berjalan secara bersamaan. Menurutnya, ekosistem yang matang menjadi syarat penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi teknologi asing, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi berbasis AI sendiri.
Baca Juga “Tak Perlu Takut Engsel Cepat Rusak, Samsung Galaxy Z Fold7 Sudah Lolos Uji 500.000 Kali Lipatan“
Pengembangan Talenta AI Menjadi Kunci Membangun Kemandirian Teknologi
Reski menjelaskan bahwa keberhasilan suatu negara dalam mengembangkan AI sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang dimiliki. Tenaga ahli yang memahami teknologi AI, mulai dari riset, pengembangan model, hingga implementasi, menjadi aset penting dalam membangun kemandirian teknologi nasional.
Ia mencontohkan langkah Singapura yang memberikan berbagai insentif bagi perusahaan pengembang model AI dengan syarat melibatkan tenaga ahli AI lokal. Kebijakan tersebut dinilai mampu mempercepat lahirnya ekosistem teknologi yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Indonesia memiliki potensi besar karena jumlah penduduk produktif yang tinggi dan semakin berkembangnya komunitas teknologi digital. Namun, potensi tersebut perlu didukung dengan pendidikan, pelatihan, dan program peningkatan keterampilan agar mampu memenuhi kebutuhan industri AI yang berkembang sangat cepat.
Infrastruktur Data Center dan Energi Jadi Fondasi Pengembangan AI
Selain sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur digital menjadi elemen penting dalam mewujudkan kedaulatan AI. Menurut Reski, konsep sovereign AI atau pengelolaan data AI secara mandiri di dalam negeri tidak dapat berjalan optimal tanpa keberadaan pusat data dengan kapasitas komputasi yang memadai.
Teknologi AI modern membutuhkan fasilitas data center yang dilengkapi dengan unit pemrosesan grafis (Graphics Processing Unit/GPU) berperforma tinggi. Infrastruktur tersebut memerlukan investasi besar, ketersediaan lahan, serta pasokan energi yang stabil untuk mendukung operasional secara berkelanjutan.
Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi pusat infrastruktur AI di kawasan Asia karena memiliki sumber daya energi yang melimpah dan potensi pengembangan energi hijau. Keunggulan tersebut dapat dimanfaatkan untuk menarik investasi pembangunan pusat data berskala besar.
Kolaborasi Pemerintah dan Industri Dibutuhkan untuk Mendorong Ekosistem AI
Reski menekankan bahwa pembangunan ekosistem AI tidak bisa dilakukan secara terpisah antara sektor pendidikan, industri, dan pemerintah. Ketiga elemen tersebut harus berjalan seiring agar pengembangan teknologi dapat menghasilkan dampak ekonomi dan sosial yang lebih luas.
Dukungan pemerintah melalui regulasi yang tepat, insentif investasi, serta kebijakan pengembangan talenta dinilai mampu mempercepat transformasi digital nasional. Pada saat yang sama, pelaku industri memiliki peran penting dalam menyediakan teknologi, membuka lapangan kerja, dan memperluas penerapan AI di berbagai sektor.
Dengan jumlah penduduk yang besar, sumber daya alam yang mendukung, serta peluang pengembangan energi berkelanjutan, Indonesia memiliki modal kuat untuk membangun industri AI yang kompetitif.
Indonesia Perlu Beralih dari Pengguna Menjadi Penyedia Teknologi AI
Perkembangan kecerdasan artifisial membuka peluang besar bagi negara yang mampu membangun kapasitas teknologi secara mandiri. Oleh karena itu, Indonesia perlu memanfaatkan kekuatan sumber daya manusia dan potensi infrastrukturnya agar tidak hanya menjadi konsumen teknologi dari negara lain.
Pembangunan ekosistem AI yang mencakup talenta, pusat data, energi, serta inovasi lokal menjadi langkah strategis menuju kedaulatan teknologi nasional. Dengan strategi yang terintegrasi dan dukungan berbagai pihak, Indonesia memiliki peluang untuk berkembang menjadi salah satu pusat pengembangan AI di tingkat regional maupun global.
Baca Juga “Menkomdigi ajak ASEAN buat tata kelola AI cegah kesenjangan digital“