sonicspirits.com – 10 Jenazah Mengapung di Perairan Rokan Hilir (Rohil), Riau, dikejutkan oleh penemuan sepuluh jenazah laki-laki tanpa identitas. Seluruh korban ditemukan mengapung dalam kondisi membusuk di sekitar Pulau Jemur dan Panipahan. Penemuan ini terjadi beruntun selama satu bulan sejak 7 November.
Korban pertama kali ditemukan oleh para nelayan yang beraktivitas di jalur pelayaran line tanker. Area ini berada di laut lepas yang berbatasan langsung dengan wilayah perairan Sumatera Utara. Kondisi jenazah yang telah membusuk membuat proses identifikasi awal menjadi sangat sulit. Polres Rohil menyebut bahwa lokasi temuan menunjukkan kemungkinan kuat bahwa para korban berasal dari insiden pelayaran di luar wilayah Riau.
Kasat Reskrim Polres Rohil, AKP I Putu Adi Juniwinata, menyatakan bahwa seluruh jenazah ditemukan dalam kondisi rusak berat. Ia menegaskan bahwa letak penemuan yang berada di laut terbuka memperkuat dugaan bahwa korban berasal dari kecelakaan kapal di perairan lain. Dua dari sepuluh korban telah berhasil diidentifikasi oleh keluarga sebagai warga Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara. Kedua korban tersebut bernama Andri Manik dan Darwis yang berprofesi sebagai nelayan.
Polisi menerima informasi dari Kecamatan Pasir Limau Kapas terkait laporan tenggelamnya kapal kargo dari Belawan. Selain itu, terdapat laporan nelayan hilang dari Tanjung Balai, Asahan. Informasi ini memperkuat dugaan bahwa delapan korban lainnya juga berasal dari Sumatera Utara. Upaya identifikasi dilakukan melalui dokumentasi jenazah, pemeriksaan luar, serta pembuatan visum et repertum yang menjadi dasar pencocokan data.
Baca Juga : “Ini Cara Ambil BLT Kesra Rp900.000 di Kantor Pos, Jangan Lupa Bawa KTP“
Polsek Panipahan bersama instansi terkait terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap asal-usul para korban. Koordinasi dilakukan dengan Puskesmas, Polisi Air, TNI AL, SAR, Basarnas, dan pemerintah daerah. Polisi juga bekerja sama dengan aparat Sumatera Utara untuk mencocokkan laporan orang hilang. Penyelidikan ini diharapkan memberi kejelasan bagi keluarga korban dan membuka penyebab pasti insiden tragis tersebut.
Misteri 10 Jenazah di Laut Rohil: Polisi Perluas Penyelidikan Antarwilayah
Tim gabungan di Rokan Hilir menyampaikan bahwa kondisi gelombang laut saat penemuan jenazah cukup tinggi. Nelayan yang menemukan para korban mengaku sering melihat serpihan barang laut dalam beberapa minggu terakhir. Temuan itu kemudian dilaporkan karena dinilai tidak biasa.
Ahli forensik dari Puskesmas dan tim medis Polres Rohil menjelaskan bahwa pembusukan berat pada tubuh korban mengindikasikan durasi lama terapung di laut. Analisis forensik awal menyebut ada indikasi korban mengalami insiden pelayaran sebelum terbawa arus ke wilayah Riau.
Pihak Basarnas Pekanbaru menegaskan bahwa wilayah sekitar Pulau Jemur merupakan jalur rawan bagi kapal kecil. Kuat dugaan arus laut membawa jenazah dari sisi perairan Sumatera Utara. Informasi ini diperoleh dari pemetaan arus tahunan yang digunakan lembaga resmi untuk operasi pencarian.
Baca Juga : Dear Gen Z, Harus Berani Memulai Investasi dari Sekarang
Polisi memastikan seluruh proses penanganan jenazah dilakukan transparan dan terdokumentasi. Setiap jenazah diambil datanya, termasuk ciri fisik, pakaian, dan barang yang ditemukan. Data tersebut digunakan untuk mencocokkan laporan orang hilang dari berbagai wilayah.
Penyidik saat ini fokus menelusuri laporan kapal kargo yang diduga tenggelam dari Belawan. Polisi juga menyiapkan kemungkinan pemeriksaan DNA jika ada keluarga korban yang datang. Langkah ini diambil untuk mempercepat identifikasi delapan jenazah yang belum dikenali.