Longsor Cilacap Tewaskan 3 Warga, 20 Masih Tertimbun

sonicspirits.com – Bencana longsor menerjang Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap, pada Kamis malam, 13 November 2025. Longsor setinggi 60 meter itu menimpa dua dusun dan mengakibatkan tiga warga meninggal serta 20 lainnya masih tertimbun material setebal tiga hingga lima meter.

Rincian Korban dan Tantangan Medan Evakuasi

Korban tewas yang telah ditemukan adalah Julia dan Maya pada Kamis malam, serta Yuni pada Jumat siang. Petugas SAR menghadapi kendala besar dalam proses pencarian akibat tanah labil, area licin, dan sulitnya mengerahkan alat berat ke lokasi.

Kepala Kantor SAR Cilacap, M Abdullah, menjelaskan proses evakuasi hari kedua terpaksa dihentikan pada pukul 15.30 WIB karena hujan deras yang meningkatkan risiko pergerakan tanah. Tim gabungan menyiapkan strategi lanjutan untuk mencari 20 warga yang belum ditemukan.

Upaya BPBD dan Penggunaan Alat Berat

Kepala BPBD Cilacap, Taryo, memastikan tiga alat berat dikerahkan untuk mempercepat proses pencarian. Tim bekerja dari berbagai titik agar longsoran dapat dibuka secara bertahap. Namun, ketebalan tanah dan medan yang curam membuat operasi berjalan lambat.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cilacap, Budi Setyawan, menyebut intensitas hujan tinggi sejak Kamis sore menjadi pemicu longsor. Struktur tanah yang labil mempercepat runtuhnya material tebing sekitar pukul 20.00 WIB.

Kesaksian Korban Selamat yang Kehilangan Keluarga

Daryana, salah satu korban selamat, kehilangan istri dan anak dalam tragedi ini. Maya ditemukan pada Kamis malam, disusul ibunya, Yuni, pada Jumat siang. Daryana mengaku kejadian berlangsung sangat cepat saat ia baru pulang dari acara tahlilan.

Ia berusaha menyelamatkan keluarga, tetapi longsor menghantam sebelum mereka keluar. Lumpur menyeret tubuhnya sejauh 15 meter dan membuatnya tak berdaya. Daryana hanya bisa mengikuti arus lumpur karena tubuhnya terbenam hingga perut.

Baca Juga : “Link dan Cara Voting Rizky Ridho di Puskas Award 2025

Detik-Detik Longsor dari Kesaksian Warga Lain

Imam Faedi, warga yang rumahnya tertimbun, menceritakan kejadian saat ia duduk bersama tiga temannya. Hujan hanya gerimis ketika suara gemuruh muncul seperti mesin pesawat. Ia melihat gumpalan debu diikuti potongan kayu dan tanah yang bergerak cepat.

Imam segera berlari ke rumah karena dua anaknya berada di dalam. Rumahnya sudah terdorong material bebatuan dan tanah saat ia tiba. Anaknya yang bungsu ditemukan dalam kondisi syok, sementara anak sulungnya berhasil menyelamatkan diri.

Ia menambahkan, kondisi gelap dan tanah yang terus bergerak menyulitkan proses evakuasi awal. Warga berusaha menyelamatkan diri sebelum akhirnya membantu pencarian.

Pergerakan Tanah dan Risiko Lanjutan

Menurut Imam, material tanah yang turun diperkirakan bergerak sejauh dua kilometer. Tebing di atas dusun sudah turun sekitar dua meter. Warga Cikuyut sebelumnya bahkan sudah diminta mengungsi karena perkiraan awal longsor akan mengarah ke permukiman mereka.

Dampak Bencana dan Antisipasi Ke Depan

BPBD Cilacap menetapkan status siaga bencana karena potensi longsor susulan masih tinggi. Curah hujan di wilayah barat Cilacap diprediksi meningkat dalam beberapa hari ke depan berdasarkan data BMKG. Pemerintah daerah membuka posko pengungsian dan memperkuat pemantauan lereng.

Longsor ini menjadi pengingat pentingnya mitigasi risiko di daerah perbukitan dengan kontur tanah labil. Evaluasi tata ruang, peringatan dini berbasis cuaca, serta edukasi masyarakat dinilai penting untuk mengurangi korban di masa mendatang.

Baca Juga : “Kapan Rapel Gaji Pensiunan PNS Cair? Ini Penjelasan dari Taspen

More From Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like