sonicspirits.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di Jabodetabek pada Jumat (3/10/2025) dipengaruhi awan tebal dengan potensi hujan.
Pada pagi hari, hujan ringan berpotensi terjadi di Kabupaten dan Kota Tangerang, Tangerang Selatan, serta Kabupaten dan Kota Bekasi. Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang diperkirakan mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Bogor.
Siang hingga sore, cuaca cenderung cerah berawan hingga berawan tebal. Meski begitu, Kabupaten dan Kota Bogor masih berpotensi diguyur hujan ringan.
BMKG juga mencatat suhu di Kota dan Kabupaten Bogor berkisar 20–30°C. Sementara wilayah Jabodetabek lainnya berada pada rentang 24–28°C dengan kelembapan 70–100%.
Imbauan BMKG untuk Warga Jabodetabek
BMKG mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap hujan lebat disertai kilat, petir, dan angin kencang pada malam hingga dini hari. Potensi ini diperkirakan terjadi di seluruh wilayah DKI Jakarta, sebagian Kota Tangerang Selatan, serta Kabupaten dan Kota Tangerang.
“Warga diminta tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang cepat, terutama saat beraktivitas di luar ruangan,” ungkap BMKG dalam keterangan resminya.
Fenomena Hujan Es di Jambi Akibat OMC
Selain Jabodetabek, cuaca ekstrem juga terjadi di Jambi. Hujan es disertai angin kencang melanda Kelurahan Nibung, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjungjabung Barat. Fenomena ini dipastikan terjadi akibat kombinasi faktor alami dan pengaruh Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Camat Tungkal Ilir, Effendy, menyebut, angin puting beliung yang menyertai hujan es menyebabkan kerusakan pada 39 rumah warga. Dari jumlah itu, sembilan rumah rusak berat, tujuh rumah rusak sedang, 22 rumah rusak ringan, dan satu rumah hancur total.
“Meski tidak ada korban jiwa, kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah,” ujarnya. Ia menambahkan, sebagian warga memilih tetap bertahan di rumah mereka sambil menunggu bantuan perbaikan.
Seorang warga setempat, Pak Utin, mengaku fenomena hujan es jarang terjadi di wilayah tersebut. “Esnya cepat mencair, tapi anginnya sudah cukup merusak,” ucapnya.
Baca Juga : “Viral Kasus Keracunan, MBG Beri Gizi Seimbang untuk Anak Berkebutuhan Khusus“
Penjelasan BMKG soal Penyebab Hujan Es
Kepala Tim Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Thaha Jambi, Nabilatul Fikroh, menjelaskan hujan es terbentuk dari awan cumulonimbus (CB). Prosesnya dipicu faktor alami sekaligus penyemaian garam dalam rangka OMC.
“Hujan di wilayah Tungkal merupakan kombinasi faktor alami dan operasi modifikasi cuaca,” kata Nabilatul. Ia menambahkan, saat ini OMC dilaksanakan di tiga wilayah Jambi, yakni Kabupaten Muarojambi, Tanjungjabung Timur, dan Tanjungjabung Barat.
Menurutnya, fenomena serupa pernah terjadi di lokasi yang sama pada 2014 saat kegiatan OMC juga berlangsung.
Penutup: Waspada Cuaca Ekstrem di Musim Peralihan
Cuaca di Jabodetabek hari ini diperkirakan masih dinamis, dengan potensi hujan disertai kilat dan angin kencang pada malam hari. BMKG mengingatkan agar masyarakat tetap waspada menghadapi perubahan cuaca cepat, terutama di masa peralihan musim.
Fenomena hujan es di Jambi menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem bisa berdampak signifikan bagi kehidupan masyarakat. Kewaspadaan dan kesiapsiagaan tetap menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko bencana.
Baca Juga : “Dunia Marah karena Israel Cegat Armada Bantuan Gaza, Protes di Mana-mana“