Categories Wisata

Sembalun dalam Satu Tarikan Napas: Pesona Lombok

Sembalun Dalam Satu Tarikan Napas, Harmoni Wisata Alam, Pertanian, dan Budaya Lombok Timur

Taman Bunga Sembalun Menghadirkan Pesona Wisata Baru di Kaki Rinjani

Junaidi berjalan perlahan di antara hamparan bunga krisan jingga yang bermandikan cahaya matahari sore di Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Tangannya sesekali menyentuh bunga yang mulai layu dan memilih bagian tanaman yang perlu dirawat agar kembali tumbuh sempurna.

Aktivitas sederhana itu menjadi gambaran kehidupan masyarakat Sembalun yang bergantung pada ketekunan mengolah alam. Di kawasan dataran tinggi yang berada di kaki Gunung Rinjani, pertanian, wisata, dan tradisi masyarakat berpadu membentuk pengalaman perjalanan yang tidak hanya menawarkan pemandangan, tetapi juga cerita.

Salah satu daya tarik baru yang berkembang adalah Taman Bunga Sembalun. Kawasan wisata seluas sekitar setengah hektare atau 16 petak lahan tersebut menghadirkan hamparan bunga berwarna-warni dengan latar perbukitan dan Gunung Rinjani.

Pengunjung dapat menikmati suasana tersebut dengan membayar tiket masuk Rp30 ribu untuk orang dewasa dan Rp10 ribu untuk anak-anak. Lokasi ini menjadi alternatif wisata bagi pelancong yang ingin menikmati Sembalun tanpa harus melakukan pendakian panjang menuju puncak Rinjani.

“Kami tanam bunga sedikit demi sedikit dan terkadang beli bunga ke rumah-rumah warga. Kami beli tanaman, tanam lagi, ternyata bagus dan mendatangkan banyak pengunjung,” kata Junaidi saat ditemui pada awal Juli 2026.

Junaidi mengungkapkan, pembangunan taman bunga tersebut dimulai sekitar lima tahun lalu. Awalnya, pengelola hanya menanam bunga dalam jumlah terbatas. Namun, keindahan kawasan tersebut menarik perhatian wisatawan hingga berkembang menjadi salah satu tujuan favorit di Sembalun.

baca juga: Wisata Edukasi Taman Lebah untuk Jaga Kelestarian Ekosistem

Ribuan wisatawan dari berbagai daerah dan negara datang berkunjung, terutama saat musim liburan. Mereka tidak hanya mencari latar foto yang indah, tetapi juga menikmati suasana khas dataran tinggi yang menawarkan udara sejuk dan panorama alam terbuka.

Sembalun Mengembangkan Potensi Agrowisata Berbasis Pengalaman Petani

Sembalun berada pada ketinggian sekitar 1.100 hingga 1.300 meter di atas permukaan laut. Wilayah ini selama bertahun-tahun dikenal sebagai jalur utama menuju Gunung Rinjani. Namun, kawasan tersebut memiliki potensi wisata yang lebih luas melalui kekayaan pertanian dan kehidupan masyarakatnya.

Bentangan lahan hortikultura lebih dari 1.000 hektare menjadi bagian penting dari identitas Sembalun. Berbagai komoditas sayuran tumbuh di tanah vulkanik yang subur, meskipun masyarakat harus menghadapi tantangan keterbatasan air, terutama ketika musim kemarau.

Pada pagi hari, petani mulai bekerja ketika embun masih menempel di daun tanaman. Mereka memeriksa bibit, memperbaiki posisi akar, dan memastikan setiap tanaman mendapat ruang tumbuh yang sesuai.

Bagi masyarakat Sembalun, bertani bukan sekadar pekerjaan. Aktivitas tersebut merupakan warisan pengetahuan yang diwariskan antargenerasi. Setiap proses mulai dari menanam hingga panen memiliki nilai budaya yang erat dengan kehidupan masyarakat setempat.

Potensi tersebut dapat dikembangkan melalui konsep agrowisata berbasis pengalaman. Wisatawan tidak hanya datang untuk melihat hamparan ladang, tetapi ikut memahami proses produksi pangan dari tangan petani.

Melalui konsep tersebut, pengunjung dapat mengikuti berbagai aktivitas seperti memilih bibit, menanam sayuran, merawat tanaman, hingga memanen hasil pertanian secara langsung.

Setelah panen, wisatawan juga dapat menikmati hasil kebun yang diolah menjadi hidangan. Pengalaman tersebut memberikan pemahaman bahwa makanan yang tersaji di meja makan membutuhkan perjalanan panjang dari tanah, petani, hingga proses pengolahan.

Model wisata berbasis pengalaman dinilai mampu memberikan manfaat bagi dua pihak. Petani memperoleh sumber pendapatan tambahan, sedangkan wisatawan mendapatkan pengalaman edukatif yang lebih mendalam dibandingkan sekadar menikmati pemandangan.

Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB Ahsanul Khalik mengatakan salah satu tantangan utama pengembangan pertanian di Sembalun adalah ketersediaan air bersih.

Menurut dia, masyarakat selama ini mengandalkan sumur bor dan sistem pertanian tadah hujan untuk memenuhi kebutuhan lahan. Padahal, sumber air tersedia di kawasan perbukitan hingga kaldera, tetapi membutuhkan dukungan infrastruktur agar dapat dialirkan secara optimal.

Kondisi tersebut membutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat agar sektor pertanian sekaligus pariwisata dapat berkembang secara berkelanjutan.

Tradisi Beternak Sapi Umbaran Menjadi Daya Tarik Budaya Sembalun

Selain pertanian, Sembalun menyimpan kekayaan budaya melalui tradisi beternak sapi secara umbaran. Banyak masyarakat memelihara sapi sebagai tabungan keluarga sekaligus sumber pendapatan tambahan.

Sapi-sapi tersebut dilepasliarkan di kawasan perbukitan seperti Bukit Kanji dan Bukit Dandaun. Hewan ternak itu hidup berdampingan dengan aktivitas pendaki yang menikmati panorama savana di sekitar kaki Gunung Rinjani.

Tradisi tersebut telah berlangsung secara turun-temurun. Para peternak biasanya memberikan tanda khusus pada sapi agar tidak tertukar dengan ternak milik warga lain.

Keunikan lain terlihat dari kemampuan peternak memanggil sapi mereka menggunakan suara atau panggilan tertentu. Dari ratusan hingga ribuan sapi yang berada di satu kawasan, hanya ternak milik mereka yang merespons panggilan tersebut.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB Muhamad Riadi menilai sistem tersebut menjadi contoh hubungan erat antara masyarakat, hewan ternak, dan lingkungan.

Menurutnya, pola beternak umbaran menunjukkan kearifan lokal yang tetap bertahan di tengah perkembangan pariwisata modern. Tradisi itu dapat menjadi daya tarik wisata yang memperkenalkan kehidupan masyarakat secara autentik.

Pengalaman melihat sapi bergerak bebas di kawasan savana memberikan perspektif berbeda bagi wisatawan. Mereka tidak hanya menikmati lanskap alam, tetapi juga memahami cara masyarakat menjaga keseimbangan antara kebutuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.

Sembalun Menawarkan Perjalanan Wisata yang Lebih Bermakna

Sembalun kini tidak hanya dikenal sebagai gerbang pendakian Gunung Rinjani. Kawasan tersebut berkembang sebagai destinasi yang menawarkan perpaduan alam, pertanian, dan budaya dalam satu perjalanan.

Hamparan bunga, ladang hortikultura, hingga tradisi beternak sapi menjadi bagian dari cerita panjang masyarakat yang hidup berdampingan dengan alam.

Pengembangan wisata berbasis pengalaman dapat menjadi arah baru bagi Sembalun. Wisatawan tidak hanya membawa pulang foto, tetapi juga pemahaman tentang kehidupan petani, nilai budaya, dan hubungan manusia dengan lingkungan.

Di tengah perubahan industri pariwisata yang semakin mencari pengalaman autentik, Sembalun memiliki peluang besar untuk menjadi destinasi dataran tinggi unggulan di Indonesia timur.

Satu tarikan napas di Sembalun menghadirkan lebih dari sekadar keindahan pemandangan. Kawasan ini menyimpan kisah tentang ketekunan manusia, kesuburan tanah, serta tradisi yang terus hidup di kaki Gunung Rinjani.

baca juga: Kemensos dan Bank Mandiri perkuat pemberdayaan UMKM Desa Karanganyar

More From Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like